Jumat, 21 April 2017

KISAH NATASHA HEIDI DILAMAR LUCIFER


Kutukan? Barang mistis? Kekuatan hitam? Gereja setan? Tidak banyak orang yang percaya akan hal itu tapi, banyak sekali kesaksian mengenai orang-orang yang telah Tuhan bebaskan dari semua itu.

Sekitar 3 atau 4 bulan setelah aku menerima Yesus, terjadi kejadian yang sangat menyeramkan. Semuanya itu berawal dari saat aku sedang mendengarkan lagu korea bersama teman-teman sekelasku. Ketika mereka baru saja menyalakan lagu korea, yang terdengar di telingaku justru bukan lagu tersebut melainkan, suara badai beserta sebuah musik instrumen yang cukup mengerikan selama 3-4 detik lalu seperti ada yang berdenging selama 2-3 detik. Mendengar suara itu, aku menjadi takut. 

 Sepulang sekolah, ketika aku baru saja mau keluar dari kamar mandi, aku merasa seperti ada orang yang berada di belakangku. Aku menjadi takut dan jantungku menjadi berdetak sangat kencang.Dengan segenap keberanian yang tersisa, aku mencoba melihat ke belakangku dan aku melihat ada seseorang di sana dengan memakai jubah hitam. Wajahnya tidak terlihat dengan jelas karena tertutup oleh kerudung jubahnya. 

"Aku lucifer, aku ingin kamu jadi permaisuriku."kata orang itu. Mendengar itu, aku menjadi semakin takut. Aku menjadi tidak tahu harus berkata apa karena terlalu panik. Jangan takut! Kalau kamu mau terima lamaranku, kamu akan terima semua yang kamu inginkan.Tapi, tiba-tiba Tuhan berkata, "Jangan takut! Dia tidak akan bisa mengambilmu dari tanganKu." Begitu mendengar perkataan itu, aku langsung lari ke kamar dan berdoa. 

2 hari setelah itu, ketika aku baru mau tidur, aku merasa seperti ada yang memegang kakiku. Aku coba gerakan kakiku, tapi kakiku tidak bisa digerakkan, seperti ada yang mengikat kakiku. Lalu, aku merasa seperti ada yang memegang leherku. Perlahan-lahan cengkraman yang di leherku semakin kencang hingga aku menjadi tidak bisa bernafas.  Begitu sadar, aku berada di atas kedua tangan orang berjubah hitam di dalam tempat yang mirip seperti sebuah gereja tetapi, dengan lambang-lambang illuminati. Tubuhku sangat lemas dan tidak bisa digerakkan sama sekali karena tidak ada energi. Orang yang menggendongku itu berkata, Aku tahu kamu tidak akan terima, tapi aku ingin kamu jadi permaisuriku. Namun, begitu aku menyebut Yesus di dalam hati, tiba-tiba ada cahaya yang datang. Begitu sadar, aku sedang berbaring di bawah sebuah pohon hijau yang dikelilingi lautan bunga, di atas pangkuan Yesus. Setelah Yesus membelai rambutku, aku langsung tertidur lagi dan begitu sadar jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi. 

Siangnya, ketika aku baru belajar di kamar, kesadaranku mulai hilang dan tanganku bergerak-gerak sendiri menggambar sesuatu yang tidak jelas. Begitu sadar aku berada di atas kedua tangan orang berjubah hitam itu lagi dan di tempat yang sama lagi. Dia berkata yang sama juga Kamu akan jadi permaisuriku. Namun, tidak lama setelah aku menyebut Yesus di dalam hati, ada sebuah cahaya yang datang. Lalu ketika aku terbangun, ada sebuah gambar aneh di bukuku. Sampai sekarang pun aku juga tidak mengerti arti lambang itu. 

Esoknya, ketika aku baru saja keluar dari kamar mandi, aku melihat orang berjubah hitam itu lagi dan dia berkata, "Aku tahu kamu tidak akan menerima tapi, aku akan buat kamu mau menerimanya." Setelah aku menyebut Yesus, orang itu langsung menghilang. Setelah itu, aku tidak pernah diganggu lagi oleh dia setelah bertemu dengan dia di depan kamar mandi itu. Tanpa ku sangka, ternyata yang dia maksud adalah melalui mimpi. Ketika aku sedang tidur, aku bermimpi aku berada di atas gendongannya di tempat yang sama lagi. Meski aku sudah menyebut Yesus berkali-kali, tetap tidak ada perubahan. Hingga dia membawaku ke altarnya dan mengangkat tubuhku dengan kedua tangannya. 

"Mulai saat ini dia akan jadi permaisuri kita!" sorak dia dari altar. 

Semua orang, yang seperti jemaatnya, mengangkat gelas kaca berisi darah. Di tengah-tengah kejadian itu, aku mencoba memanggil Yesus lagi dan sebuah cahaya pun datang lagi. Aku terbangun dari tidurku. Namun, karena jam masih menunjukkan pukul 2 pagi, aku memilih untuk tidur lagi. Sayangnya, aku justru bermimpi dikejar-kejar oleh gerombolan orang berjubah hitam. Mereka mengejarku dengan membawa benda tajam dan kayu. Aku terus berlari hingga kakiku sudah tidak kuat untuk berdiri lagi. Di saat aku sudah tidak kuat untuk berdiri, mereka memukulku dengan benda-benda itu. Aku menahannya dengan menutup kepalaku menggunakan kedua tanganku. Ketika aku menyebut Yesus lagi, aku langsung terbangun namun, tiba-tiba tangan kiriku memar dan ada goresan bekas luka dalam di lenganku. 2 hari setelah itu, pendetaku mengajakku untuk pelepasan.

Beberapa bulan setelah aku lepas dari para iblis, tiba-tiba perutku sakit sampai lebih dari seminggu aku menjadi harus makan yang hangat. Di saat itu, seorang pendeta datang ke rumahku dan mengajakku berdoa. Ketika beliau mendoakanku, aku melihat Tuhan datang menyambutku dan sekelilingku berubah menjadi taman yang penuh dengan lautan bunga. Bunga-bunga yang terbuat dari emas dan terlihat sangat indah. Namun, saat aku berada di taman itu, Tuhan tidak terlihat lagi.  Aku melihat ada seseorang duduk di bawah pohon yang lumayan jauh. Aku berjalan ke tempat pohon itu berada dan aku melihat Yesus sedang duduk di bawah pohon itu. Dia mengajakku untuk duduk di sebelahnya. Sayangnya, aku justru menjadi grogi. Di tengah-tengah rasa grogiku, Tuhan membuatku menjadi tenang dengan berkata, "Kau boleh manja denganku seperti waktu kau bersama papamu." dengan menyediakan pangkuanNya.  

Ketika aku sedang berbaring di atas pangkuanNya, Tuhan terus membelai rambutku. Meski tidak ada topik pembicaraan, aku tetap merasa senang karena bisa berada di atas pangkuanNya sambil melihat lautan bunga. Lama-kelamaan aku menjadi ingin bermain di taman itu. Tanpa aku katakan, Tuhan sudah tahu kalau aku ingin bermain di taman itu.  Aku menjadi bermain di lautan bunga itu bersama Tuhan, seperti anak kecil yang sedang bermain dengan ayahnya. Tuhan menggendongku dan memelukku, Dia memetik setangkai bunga dan meletakkannya di atas telingaku. 

"Pulanglah!" 

Mendengar kata itu, aku langsung berkata, "Tidak mau. Aku masih ingin bermain di sini denganMu."

"Masih banyak yang harus kau lakukan di bumi."

"Tapi..."

"Nanti pada waktuNya, kita akan bermain lagi di taman ini."

"Kalau gitu, bunganya boleh aku bawa pulang?" Aku masih mencoba untuk menawar.

"Bunga itu tidak perlu kau bawa pulang karena bunga itu akan membuat telingamu menjadi peka dengan suaraku. Setiap kamu ingin mendengar suaraKu, panggil namaKu di dalam hati!"

Mendengar perkataan itu, aku menjadi mau pulang karena aku percaya kalau pada waktuNya, Tuhan akan mengajakku bermain lagi di taman itu. Ketika aku sadar, tubuhku tergeletak di lantai. Pendeta itu berkata kalau selama doa tadi, beliau mendengar dari Tuhan kalau ada 2 orang mengutukku tapi, kutukan itu akan berbalik pada mereka. Sayangnya, pendeta itu juga tidak tahu siapa mereka itu. Jika aku bisa mengetahuinya, aku ingin berterima kasih pada mereka berdua. Karena jika mereka tidak melakukannya, aku tidak akan bermain di surga bersama Tuhan. Oleh karena kejadian itu, sampai sekarang, aku sangat suka dengan perkataan Tuhan bisa merubah kutuk menjadi berkat. 

Album
Penolong Sejati
ARTIST: NATASHA HEIDI

RELEASE: 2014


Ketika aku putuskan untuk berhenti membuat album dan fokus pada kuliahku, Tuhan menegurku berkali-kali untuk tetap membuat album lagi melalui suaraNya yang sering aku dengar, penglihatan saat doa, dan mimpi yang aku dapat ketika tidur.

Pada kenyataanya, banyak sekali pergumulan yang terjadi dalam membuat album ini. Namun, because of His love, album ini dapat terselesaikan dengan baik.

Satu hal yang tak terduga dalam proses album ini adalah lagu "Penolong Sejati" sangat seirama dengan pergumulan (trauma bully) yang terjadi ketika aku mulai belajar di Singapore dan lagu "DihadiratMu" yang juga seirama dengan firman yang aku renungkan berkali-kali di awal tahun ini meski aku belum bercerita apapun pada ko Jason.

Aku percaya kalau tidak ada yang kebetulan. Pasti semua itu sudah Tuhan rencanakan sejak awal.

Terima kasih untuk Tuhan telah memberikanku surprise melalui 2 lagu itu dan atas campur tanganNya dalam album ini.

Terima kasih juga untuk papa, mama, dan my lovely big brother, ko Yoyo atas semua doa, support, dan kasih sayang kalian semua.

Juga terima kasih pada ko Jason dan ci Hetty untuk bantuannya dalam album ini dan kasih sayang kalian yang selalu menguatkanku.

Terima kasih juga untuk semua orang yang selalu mendoakanku dan mensupportku.

With love

Natasha heidi

Lagu-lagu yang di Web ini boleh didownload oleh semua orang dan dibagikan ke banyak orang.

PENOLONG SEJATI

TIADA YANG TERLALU SUKAR
ARTIST: NATASHA HEIDI

RELEASE: 2012


Sepanjang hidup kita, berbagai macam pergumulan sering kita alami. Namun, kasih Tuhan selalu bersama kita, memberi kita kekuatan untuk dapat menghadapinya. Seperti yang alkitab katakan: "The LORD shall fight for you, and you shall hold your peace".

Lagu-lagu yang di Web ini boleh didownload oleh semua orang dan dibagikan ke banyak orang.

TIADA YG TERLALU SUKAR


Senin, 10 April 2017

KUASA DOA ANTARA HIDUP DAN MATI


Berawal dari sebuah pertemuan di Batam, Agus dan Priska menjalin hubungan. Semakin hari cinta di antara mereka semakin mendalam. Sampai akhirnya mereka merencanakan sebuah pernikahan. Memiliki keluarga yang bahagia adalah impian mereka. Persiapan pernikahan di antara mereka pun sudah semakin matang. Undangan sudah dicetak, souvenir sudah dipesan, bahkan ranjang pengantin pun sudah dipersiapkan.

Namun impian hanya akan menjadi sebuah impian. Pagi itu, Agus harus mengantarkan gambar yang dibuatnya ke kantor yang berada di kawasan Jakarta Pusat. Tanpa disadarinya, maut sedang mengintainya. Agus mengalami kecelakaan fatal. Kepalanya terbentur aspal yang keras. Orang-orang yang berada di sekitar tempat kejadian segera menolongnya dan membawanya ke rumah sakit.

Seperti disambar petir, keluarga Agus menerima kabar yang sangat mengejutkan. Agus kecelakaan dan keadaannya sangat parah. Saat itu Linda Ishak, ibu Agus, dan Priska, calon istrinya, tengah berbelanja untuk mempersiapkan pernikahan Agus dan Priska di Tanah Abang. Saat mendengar kabar itu, Linda dan Priska langsung diserang kepanikan.

Parahnya kondisi Agus saat itu membuat keluarganya sudah berpikir untuk merelakan kepergian Agus kalau memang waktu baginya sudah tiba. Dalam perjuangan melawan maut, keluarga Agus harus memperjuangkan keselamatan Agus karena sampai 5 jam berlalu, belum ada tindakan apapun yang diambil dokter yang berwenang untuk menyelamatkan nyawanya. Keadaan ini membuat keluarga Agus memaksa pihak rumah sakit untuk memindahkan Agus ke rumah sakit yang diharapkan penanganannya lebih baik.

Sampai pelayanan ambulance datang pun, petugas medis mengatakan kondisi Agus tidak layak jalan untuk dibawa ke rumah sakit lain. Dengan menanggung kondisi yang ada, keluarganya pun menandatangani surat yang bersedia menanggung resiko apapun yang akan terjadi selama perjalanan Agus sampai ke rumah sakit tujuan.

Pada akhirnya Agus dipindahkan ke rumah sakit Siloam. Agus mengalami pendarahan otak yang sangat hebat jadi harus segera dioperasi. Keputusan harus segera diambil karena nyawa Agus benar-benar berada diujung tanduk. Dengan pilihan yang ada, keluarga Agus segera berunding dan akhirnya memutuskan untuk menyetujui operasi dijalankan malam itu juga.

"Pak Agus itu mengalami pembengkakan otak yang parah dan ada bercak-bercak pendarahan di dalam otaknya. Kita putuskan untuk segera melakukan operasi. Presentasi untuk terjadinya kemungkinan hidup bagi saudara Agus itu secara kedokteran mungkin hanya 35%," ujar dr. Yesaya Yunus, Sp.d., dokter yang menangani Agus.

Beban keluarga Agus seakan tak ada habisnya. Mereka harus menghadapi banyak hal yang membuat mereka semakin terpuruk ke dalam keputusasaan. Ada kenalan mereka yang mengatakan mendapat penglihatan dan melihat roh Agus sudah terpisah dari tubuhnya. Saudara Linda juga ada yang mengatakan kalau Agus datang kepada mereka dan menitip pesan untuk menjaga Linda dan banyak hal lain yang membuat keluarga Agus hampir kehilangan pengharapan akan kesembuhannya. Informasi yang didapatkan Linda dari suster rumah sakit pun tidak membuatnya tenang. Suster itu mengatakan kalau pun Agus nanti dapat pulang kembali ke rumah, kondisi paling bagus yang akan mereka hadapi adalah Agus yang memakai kursi roda. Bisa juga Agus lumpuh total.

Bagi Priska, kondisi ini bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi. Banyak rekan-rekan Priska yang menyarankannya untuk meninggalkan Agus, tidak ada harapan lagi. Biasanya dengan kondisi seperti Agus, tidak akan ada yang bisa bertahan hidup. Kalaupun ia hidup, Agus pasti akan menjadi orang idiot yang tidak bisa apa-apa.

Dalam keterpurukan dan ketidakpastian, Agus harus menjalani operasi yang kedua kalinya untuk pemasangan tempurung kepalanya. Namun untuk kesekian kalinya, keluarga Agus harus menghadapi kenyataan yang begitu mengejutkan. Biaya yang dibutuhkan untuk operasi dan pengobatan Agus sangat besar. Apa yang dihadapi keluarga Agus sepertinya adalah sebuah kemustahilan. Tidak ada harapan. Mungkinkah Agus akan cacat atau bahkan meninggal?

Dalam keadaan yang begitu tertekan, hanya Yesuslah yang menjadi sandaran satu-satunya bagi keluarga Agus. Linda setiap hari berdoa, tiada henti air matanya mengalir memohon kesembuhan Agus. Kapel rumah sakit senantiasa dipenuhi oleh suara ratapan Linda memohon kesembuhan Agus. Keluarga Agus senantiasa berharap dan mempercayai kuasa dari doa.

Doa yang tiada hentinya pada akhirnya dapat membawa Agus melewati masa-masa kritis. Bahkan operasi demi operasi berjalan lancar hingga proses kesembuhan pun mulai terlihat.

"Campur tangan Tuhan di sini sangat besar karena dari hasil scanning yang begitu parah, ada pendarahan di kanan dan kirinya dan otak yang begitu bengkak, secara medis kemungkinan terjadi kelumpuhan atau ketidakmampuan berkomunikasi, sama sekali tidak tampak pada diri pak Agus ini. Jadi menunjukkan suatu pemulihan yang luar biasa," ujar dr. Yesaya memperjelas besarnya kuasa Tuhan dalam kasus Agus.

Pernikahan yang sempat tertunda, 3 bulan kemudian terlaksana dengan baik. Kebahagiaan yang begitu dalam terpancar dari wajah Agus dan Priska. Membentuk keluarga bahagia akhirnya menjadi sebuah kenyataan bagi Agus dan Priska.

Saat ini Agus hidup berbahagia bersama istri dan keluarganya. Sebuah impian indah yang pada akhirnya menjadi sebuah kenyataan.

"Buat saya, Yesus itu berartinya luar biasa. Sangat sangat berarti buat hidup saya. Sebagai seorang Bapa, IA selalu menghibur saya," ujar Agus dalam kesaksiannya.

"Saat itu tidak ada kata lain yang keluar dari mulut saya. Saya hanya bisa berkata, Tuhan, Engkau terlalu baik. Setiap saat saya katakan Tuhan itu terlalu baik," tambah Linda dengan penuh haru.

Pengharapan adalah sebuah kunci untuk suatu terobosan. Orang yang berharap tidak akan pernah dikecewakan.

Sumber: http://www.jawaban.com

Sabtu, 08 April 2017

KISAH ORANG MATI BEKU YG DIDOAKAN


Kisah Jean Hilliard, seorang wanita yang kembali bernapas setelah ditemukan mati beku tertimbun salju di Minnesota, telah menjadi legenda masyarakat setempat sejak lama. Kisah ini pertama kali bergaung pada tahun 1980. Dan sejak saat itu, kisah ini makin berkembang setelah dituturkan dari mulut ke mulut. Pertanyaannya, apakah cerita ini benar-benar terjadi?

Mengulik laporan pertama kisah tersebut, ternyata peristiwa itu benar-benar terjadi. Seperti diterbitkan oleh Montreal Gazette pada tanggal 30 Desember 1980, di sana diceritakan detail kisah wanita yang mati suri dari tewas membeku ini.

Dijelaskan bahwa pada malam tersebut, Hilliard ditemukan membeku di bawah suhu minus 22 derajat Selsius. Wanita muda ini ditemukan membeku setelah mencoba mencari pertolongan dari kecelakaan mobil ringan yang ia alami. Saat dibawa ke rumah sakit, diperkirakan ia telah membeku selama enam jam.

Di rumah sakit, dokter yang memeriksa tak yakin apakah wanita ini bisa diselamatkan atau tidak. Suhu tubuhnya bahkan tak bisa terdeteksi oleh termometer yang berarti kurang dari 80 derajat Fahrenheit.

"Tidak ada bukti dari denyut atau tekanan darah. Tubuhnya terlalu beku untuk menemukan vena untuk diberi sengatan di jantungnya," kata Dr. Edgar Sather.

Awalnya, dokter yang memeriksa telah menyerah. Hingga kemudian, mereka mendengar rengekan samar dari mulut wanita itu.

"Saya pikir dia sudah mati, tapi kemudian kami mendengar suara rintihan. Saat itu kami tahu, ada sedikit keajaiban yang terjadi," tambah Dr. George Sather yang ikut memeriksa kondisi Hilliard.

Hilliard yang masih beku, terlihat menarik napas dangkal dua atau tiga kali per menit. Jantungnya pun mulai berdebar, meski hanya delapan kali per menit. Semburat merah muda muncul di tempat yang awalnya membeku.

Dokter segera memberikan pertolongan yang umum dilakukan terhadap pasien yang membeku. Perlahan tapi pasti, tubuh Hilliard kembali dialiri darah.

Berkat Kekuatan Doa

Melansir dari Snopes, Senin (24/10/2016), keluarga Hilliard mengaku kalau kekuatan doalah yang mendorong putri mereka hidup kembali. Saat mengetahui putrinya ditemukan dalam keadaan tak bernapas dan membeku, ia meminta bantuan gereja setempat untuk memanjatkan doa.

Begitu mendengar tubuh anaknya kembali beraksi, sang ibu meminta rantai doa dari jemaah gereja lainnya di kota sekitar mereka. Ratusan doa dipanjatkan, kemudian ribuan orang. Sampai mereka mendengar Hilliard berhasil diselamatkan.

Hipotesa Menurut Dokter

Meski banyak yang menyebutnya sebagai mukjizat, namun beberapa dokter yang memeriksa kasus tersebut menyebutkan kalau hal itu bisa saja terjadi.

Menurut Dr. Richard Iseke, direktur lembaga yang menangani korban hiportemia, ada banyak laporan kasus dalam literatur medis dari orang-orang yang bertahan hidup di suhu lebih rendah dari 68 derajat Fahrenheit.

Kemungkinan, waktu hal tersebut terjadi, tubuh manusia bereaksi terhadap dingin yang ekstrem dan membuatnya seperti hewan yang berhibernasi. Dengan ciri-ciri, aktivitas internal yang melambat, sehingga tubuh secara dramatis mengurangi permintaan sel oksigen dari darah.

Sumber: http://citizen6.liputan6.com