Sabtu, 10 Juni 2017

MAU MEMBUNUH SATU KELUARGA MALAH DIAJAK TUHAN YESUS KE SORGA DAN NERAKA


Kesaksian Young Moon Park

Pada tanggal 3 april 1986 merupakan hari bersejarah didalam hidupku. Tahun 1985, saya mengendarai sepeda motor dibawah pengaruh obat dan mengalami kecelakaan. Kemudian saya masuk penjara. Istriku mendesak supaya bercerai selepas aku keluar dari penjara. Kemudian saya merencanakan untuk membunuh delapan orang yaitu ; "istriku, keluarganya, bahkan saudara yang masih kanak-kanak, yang mendorong istriku untuk bercerai dengan saya."

Hal terakhir yang saya lakukan sebelum melaksanakan rencana pembunuhan itu adalah menemui ibuku di Geang Joo, kemudian saya memesan tiket kereta api yang bertolak dari kota Seoul pada pukul 10.40 pm. Hari itu adalah malam 3 April 1986. Sementara saya berada di rumah ibuku, saya mendengar suara resonansi yang tidak pernah saya dengarkan sebelumnya sekitar 40 menit sebelum masuk kereta. Itu adalah suara kuat yang hampir meledakkan telinga saya. "Lihat...lihat ..!" katanya.

Karena merasa aneh, saya keluar didepan pintu masuk dan melihat sekeliling, tetapi tidak ada seorangpun. Kemudian saya kembali ke kamar tidur dan menyalakan rokok. Tiba-tiba, ruangan itu menjadi terang. Saya begitu terkejut dan melihat pintu kamar tidur merasa bingung. Tidak disengaja, saya berteriak. Sementara suatu pelangi cerah turun, ada sesuatu yang turun dari cahaya itu. Ternyata, itu adalah seorang yang memakai pakaian putih. Disebabkan karena sinar yang terang, saya tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas, tetapi jelas wajahnya adalah wajah manusia. Sementara itu, sebuah kereta kuda setengah lingkaran mengikuti dibelakang manusia itu.

Ada tiga tempat duduk didalam kereta itu, pada tengahnya kosong dan ada dua orang yang juga mengenakan pakaian putih yang duduk didua sisi. Jika seseorang yang percaya kepada TUHAN YESUS KRISTUS melihat adegan itu, maka ia akan tersentuh sekali. Tetapi saya tertegun karena saya seorang atheis. Suatu yang aneh bisa saya tambahkan disini yaitu bahwa perasaan benci saya yang berkobar-kobar hilang. Saya membangunkan ibu saya yang tidur disebelah saya. Tetapi sepertinya dia tidak melihat adegan itu dan dia mengabaikan aku, dengan mengatakan : "Jangan mengada-ada..!" kemudian kembali tidur. Ketika aku melihat kereta itu lagi, aku terkejut Seorang yang menyerupai aku duduk di tengah tempat duduk yang tadinya kosong. Kemudian saya menyentuhnya, untuk memastikan bahwa dia nyata. Rasanya saya sedang melihat suatu cermin.

Segera setelah saya duduk ditempat duduk, kereta itu tinggal landas. Kemudian, saya dengan jelas melihat surga dan neraka. Setelah melewati suatu jalan emas, saya melewati suatu tempat dimana orang seperti aku berjalan disepanjang jalan di taman bunga, mencium bunga-bunga. Saya dapat melihat banyak orang yang berasal dari seluruh penjuru dunia. Saya dengan jelas melihat wajah pamanku, dimana paman saya telah menjadi Kristen dan meninggal dikarenakan penyakit. Tetapi, aku tidak menemukan bekas penyakit pada pamanku itu. Penampilannya seperti pemuda berusia 30 tahun-an dengan wajah dan tubuh muda, persis sama sebagaimana saya melihat dia ketika saya sedang kelas 3-4 SD.

Damai dan sukacita, tidak terlihat kecemasan, dan hal-hal yang berhubungan dengan duniawi, tidak terpancar diwajahnya. Sembari mendengarkan suara musik yang terus menerus, kereta emas melewati rumah-rumah indah setelah mengendarai selama beberapa hari. Ketika kami sampai kesana, malaikat yang awalnya tidak mau menjawab apapun pertanyaan saya akhirnya mengatakan : "Disini adalah Surga," dengan suara yang jelas. Ada sejumlah besar rumah yang terbentang di horizon. Suatu perasaan jelas yang saya rasakan dari rumah-rumah itu seperti yang terlihat didunia begitu teratur rapi dan siap dan menunggu penghuni untuk masuk kedalamnya. Tidak seperti tempat dimana pamanku berada, disini saya dapat melihat semua orang. Saya bertanya kepada malaikat, tetapi mereka tidak menjawab.

Kereta itu tiba-tiba memasuki suatu tempat yang gelap, seperti malam hari. Satu-satunya sumber penerangan berasal dari sinar terang sebesar bulan purnama. Sumber terang itu ada didalam bentuk seperti orang yang mengenakan pakaian putih seperti yang mengendarai kereta. Saya ketakutan, sembari berpikir : "Mereka telah menunjukkan kepadaku hal terindah yang tidak pernah saya lihat dibumi, apa sekarang mereka akan membunuhku?" Cahaya yang menyerupai bentuk manusia itu menerangi seseorang sebelum aku menyadari siapa dirinya. Saya menyaksikan ayahku disana yang telah meninggal 6 tahun yang lalu. Ayahku seorang yang sukses dan menopang keluarga. Dia sukses memegang jabatan kepala sekolah di sekolah Konfusius (Kong Hu Cu). Ketika dia masih hidup, dia menolak seseorang yang mengatakan YESUS KRISTUS kepada dirinya. Ketika dia akan meninggal diranjang, dia sangat sengsara dan tubuhnya bengkak dan dapat meledak (semacam bengkak bernanah mungkin). Didepan mataku aku melihat ayahku menderita seperti saat dia mau meninggal.

Ular berwarna biru berkepala tiga, cukup untuk menyembunyikan pergelangan kakinya, mengoyak tubuh ayahku, merayap, melilit dan menggigit sekujur tubuhnya. Saya menangis dan memanggil namanya, tetapi dia tidak dapat mendengar. Tempat kedua yang saya datangi, sejumlah besar manusia dikumpulkan mencoba melarikan diri dari api pada sebuah piringan besi besar. Saya melihat orang lain yang kukenal disini. Dia adalah saudara tua ayah saya, yang hidup berkelimpahan, dia mengatakan bahwa uang adalah segalanya. Dia tidak dapat mendengarkan suaraku juga. Suatu tempat yang diterangi dengan sinar ketiga, saya melihat seorang teman yang meninggal pada kecelakaan lalu lintas. Tiga ekor ular kekuningan melilit dia kuat kuat. Demikian sehingga wajahnya menjadi pucat. Teman saya ini juga suka minum-minuman keras seperti saya, tetapi dia malangnya meninggal dikarenakan kebanyakan minum alkohol.

Tempat ketiga yang diterangi adalah sekumpulan orang didalam rawa setinggi pinggang. Binatang buas mengoyak, menggigit dan mencakar mereka. Saya dapat mengenali dua orang dari mereka, seorang saudara dan teman masa kecil diantara banyak manusia yang berusaha untuk melarikan diri dari binatang buas tersebut. Saya tidak tahu pada saat itu, tetapi saya ingat bahwa saudara saya itu menghadiri gereja disebabkan gereja dapat menyembuhkan penyakit, jadi tidak mempunyai iman murni. Dia menyia-nyiakan waktunya dengan hati mendua, satu kaki di gereja dan kaki lainnya di dunia. Saya melihat ayah saya di neraka dan melihat paman saya di surga. Seingat saya, neraka merupakan tempat yang tidak bisa dibayangkan, tempat yang mengerikan. Saya dengan jelas melihat ayah saya, paman saya, teman dan saudara didalam tempat kegelapan. Tidak ada yang bisa aku lakukan selain menangisi mereka. Saya, seorang yang dahulunya berpikir bahwa segala sesuatu berakhir setelah kita meninggal, kenyataannya akan menghadapi suatu kenyataan. Setelah melihat neraka, kereta berhenti pada suatu tempat yang disebut dataran penghakiman. Wahyu 20:13 — “ Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya."

Disini, saya dapat melihat semua dosa saya yang telah saya perbuat dengan mata saya, tangan saya dan bahkan pikiran saya semenjak lahir yang memang direkam. Saya tidak dapat menghitung jumlah dosa saya yang dilakukan sepanjang hidup saya disebabkan dosa saya dikategorikan menjadi 132 kategori, dan tiap kategori memiliki sub kategori. Diantaranya, saya melihat bahwa sebagian besar dosa saya adalah kelakuan saya yang disebabkan minum-minuman beralkohol. Hal yang saya temukan adalah bahwa ada dua dosa yang tidak merupakan dosa didunia, tetapi merupakan dosa di surga. Satu adalah tidak percaya TUHAN YESUS KRISTUS dan satunya lagi adalah mengutuk atau mengejek orang yang percaya kepada TUHAN YESUS KRISTUS. Semua dosa masa lalu saya direkam - lengkap dengan tanggal dan waktu - seperti tidak menghadiri gereja, menyobek dan membuang Alkitab dan buku pujian kedalam api, mengutuk, tidak menghormati teman penginjil, bahkan menampar muka dan menendang mereka.

Saya bertanya suatu pertanyaan yang sudah ingin ditanyakan disini. "Mengapa engkau menunjukkan tempat seperti ini kepadaku, seseorang yang membenci YESUS KRISTUS dan berbuat banyak dosa, dibandingkan kepada saudaraku yang melalui susah payah untuk percaya TUHAN YESUS KRISTUS?"

Seorang malaikat yang berada disampingku memberi jawaban : "Tidak perlu bagi seseorang seperti saudaramu untuk datang kesini. Seseorang seperti kamu tidak akan dapat memberikan kesaksian kepada orang lain kalau kamu tidak melihat surga dan neraka dengan mata kamu sendiri." Itu adalah jawaban yang berhubungan dengan ayat-ayat Alkitab yang menyatakan bahwa seseorang seperti saudaraku yang percaya tanpa melihat akan lebih diberkati. Segera setelah itu, kereta itu mulai bergerak kembali. Tiba-tiba, saya dapat melihat suara keras yang menanyakan : "Apakah kamu percaya...? "

Suara ini seperti suara yang sama yang saya dengar sebelum meninggalkan Seoul untuk membunuh ke-8 orang tersebut. Saya tidak pernah menerima TUHAN sebagai Ayah Surgawi saya, Saya mau menerima TUHAN YESUS, dengan alamiah saya menjawab : "TUHAN YESUS ! saya percaya ENGKAU.."

TUHAN YESUS meneruskan berkata, "Ketika kamu kembali ke dunia, bersaksilah mengenai surga dan neraka kepada orang lain. Jangan menambahkan atau mengurangi dari apa yang kamu lihat." Ketika mulai berangkat, hal terakhir yang TUHAN YESUS ucapkan adalah : "AKU akan mengawasi kamu"

Saya merasa melakukan perjalanan berhari-hari, tetapi saat itu jam 11:10 PM ketika saya terbangun, merasa takut. Semua ini berlangsung selama 70 menit. Tidak ada konsep waktu dunia ditempat tersebut. Setelah sadar, ibu saya melihat saya dengan wajah tegang. Dia mengatakan bahwa saya mengigau dan tidak bisa dibangunkan padahal dia sudah berusaha. Setelah itu, saya menceritakan kepada dia mengenai apa yang saya lihat. Ibu saya, yang selalu berteriak kala mendengar nama TUHAN YESUS, menangis setelah mendengar kisah bahwa suaminya menderita. Saya dan ibu saya menjadi disiplin kepada TUHAN YESUS dan mengambil pendalaman Alkitab, kemudian bergabung dengan gereja pada hari yang sama. Ibu saya dan saya menjadi antusias ke gereja.

Saat ini, kehidupan saya berubah 180 derajat. Saya menjadi seseorang yang secara alamiah bibir ini akan memberikan kemuliaan kepada TUHAN YESUS dibandingkan kepada diri saya sendiri. Saya sanggup menjadi dan meneruskan suatu penginjilan untuk mengabarkan firman TUHAN.

Kata-kata terakhir atau perintah terakhir yang TUHAN YESUS berikan kepada saya yang selalu teringat, "I will keep watching over you," membawa saya kesini.

"Jadi siapa yang ada di dalam KRISTUS, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." 2 Korintus 5:17

Jumat, 21 April 2017

KISAH NATASHA HEIDI DILAMAR LUCIFER


Kutukan? Barang mistis? Kekuatan hitam? Gereja setan? Tidak banyak orang yang percaya akan hal itu tapi, banyak sekali kesaksian mengenai orang-orang yang telah Tuhan bebaskan dari semua itu.

Sekitar 3 atau 4 bulan setelah aku menerima Yesus, terjadi kejadian yang sangat menyeramkan. Semuanya itu berawal dari saat aku sedang mendengarkan lagu korea bersama teman-teman sekelasku. Ketika mereka baru saja menyalakan lagu korea, yang terdengar di telingaku justru bukan lagu tersebut melainkan, suara badai beserta sebuah musik instrumen yang cukup mengerikan selama 3-4 detik lalu seperti ada yang berdenging selama 2-3 detik. Mendengar suara itu, aku menjadi takut. 

 Sepulang sekolah, ketika aku baru saja mau keluar dari kamar mandi, aku merasa seperti ada orang yang berada di belakangku. Aku menjadi takut dan jantungku menjadi berdetak sangat kencang.Dengan segenap keberanian yang tersisa, aku mencoba melihat ke belakangku dan aku melihat ada seseorang di sana dengan memakai jubah hitam. Wajahnya tidak terlihat dengan jelas karena tertutup oleh kerudung jubahnya. 

"Aku lucifer, aku ingin kamu jadi permaisuriku."kata orang itu. Mendengar itu, aku menjadi semakin takut. Aku menjadi tidak tahu harus berkata apa karena terlalu panik. Jangan takut! Kalau kamu mau terima lamaranku, kamu akan terima semua yang kamu inginkan.Tapi, tiba-tiba Tuhan berkata, "Jangan takut! Dia tidak akan bisa mengambilmu dari tanganKu." Begitu mendengar perkataan itu, aku langsung lari ke kamar dan berdoa. 

2 hari setelah itu, ketika aku baru mau tidur, aku merasa seperti ada yang memegang kakiku. Aku coba gerakan kakiku, tapi kakiku tidak bisa digerakkan, seperti ada yang mengikat kakiku. Lalu, aku merasa seperti ada yang memegang leherku. Perlahan-lahan cengkraman yang di leherku semakin kencang hingga aku menjadi tidak bisa bernafas.  Begitu sadar, aku berada di atas kedua tangan orang berjubah hitam di dalam tempat yang mirip seperti sebuah gereja tetapi, dengan lambang-lambang illuminati. Tubuhku sangat lemas dan tidak bisa digerakkan sama sekali karena tidak ada energi. Orang yang menggendongku itu berkata, Aku tahu kamu tidak akan terima, tapi aku ingin kamu jadi permaisuriku. Namun, begitu aku menyebut Yesus di dalam hati, tiba-tiba ada cahaya yang datang. Begitu sadar, aku sedang berbaring di bawah sebuah pohon hijau yang dikelilingi lautan bunga, di atas pangkuan Yesus. Setelah Yesus membelai rambutku, aku langsung tertidur lagi dan begitu sadar jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi. 

Siangnya, ketika aku baru belajar di kamar, kesadaranku mulai hilang dan tanganku bergerak-gerak sendiri menggambar sesuatu yang tidak jelas. Begitu sadar aku berada di atas kedua tangan orang berjubah hitam itu lagi dan di tempat yang sama lagi. Dia berkata yang sama juga Kamu akan jadi permaisuriku. Namun, tidak lama setelah aku menyebut Yesus di dalam hati, ada sebuah cahaya yang datang. Lalu ketika aku terbangun, ada sebuah gambar aneh di bukuku. Sampai sekarang pun aku juga tidak mengerti arti lambang itu. 

Esoknya, ketika aku baru saja keluar dari kamar mandi, aku melihat orang berjubah hitam itu lagi dan dia berkata, "Aku tahu kamu tidak akan menerima tapi, aku akan buat kamu mau menerimanya." Setelah aku menyebut Yesus, orang itu langsung menghilang. Setelah itu, aku tidak pernah diganggu lagi oleh dia setelah bertemu dengan dia di depan kamar mandi itu. Tanpa ku sangka, ternyata yang dia maksud adalah melalui mimpi. Ketika aku sedang tidur, aku bermimpi aku berada di atas gendongannya di tempat yang sama lagi. Meski aku sudah menyebut Yesus berkali-kali, tetap tidak ada perubahan. Hingga dia membawaku ke altarnya dan mengangkat tubuhku dengan kedua tangannya. 

"Mulai saat ini dia akan jadi permaisuri kita!" sorak dia dari altar. 

Semua orang, yang seperti jemaatnya, mengangkat gelas kaca berisi darah. Di tengah-tengah kejadian itu, aku mencoba memanggil Yesus lagi dan sebuah cahaya pun datang lagi. Aku terbangun dari tidurku. Namun, karena jam masih menunjukkan pukul 2 pagi, aku memilih untuk tidur lagi. Sayangnya, aku justru bermimpi dikejar-kejar oleh gerombolan orang berjubah hitam. Mereka mengejarku dengan membawa benda tajam dan kayu. Aku terus berlari hingga kakiku sudah tidak kuat untuk berdiri lagi. Di saat aku sudah tidak kuat untuk berdiri, mereka memukulku dengan benda-benda itu. Aku menahannya dengan menutup kepalaku menggunakan kedua tanganku. Ketika aku menyebut Yesus lagi, aku langsung terbangun namun, tiba-tiba tangan kiriku memar dan ada goresan bekas luka dalam di lenganku. 2 hari setelah itu, pendetaku mengajakku untuk pelepasan.

Beberapa bulan setelah aku lepas dari para iblis, tiba-tiba perutku sakit sampai lebih dari seminggu aku menjadi harus makan yang hangat. Di saat itu, seorang pendeta datang ke rumahku dan mengajakku berdoa. Ketika beliau mendoakanku, aku melihat Tuhan datang menyambutku dan sekelilingku berubah menjadi taman yang penuh dengan lautan bunga. Bunga-bunga yang terbuat dari emas dan terlihat sangat indah. Namun, saat aku berada di taman itu, Tuhan tidak terlihat lagi.  Aku melihat ada seseorang duduk di bawah pohon yang lumayan jauh. Aku berjalan ke tempat pohon itu berada dan aku melihat Yesus sedang duduk di bawah pohon itu. Dia mengajakku untuk duduk di sebelahnya. Sayangnya, aku justru menjadi grogi. Di tengah-tengah rasa grogiku, Tuhan membuatku menjadi tenang dengan berkata, "Kau boleh manja denganku seperti waktu kau bersama papamu." dengan menyediakan pangkuanNya.  

Ketika aku sedang berbaring di atas pangkuanNya, Tuhan terus membelai rambutku. Meski tidak ada topik pembicaraan, aku tetap merasa senang karena bisa berada di atas pangkuanNya sambil melihat lautan bunga. Lama-kelamaan aku menjadi ingin bermain di taman itu. Tanpa aku katakan, Tuhan sudah tahu kalau aku ingin bermain di taman itu.  Aku menjadi bermain di lautan bunga itu bersama Tuhan, seperti anak kecil yang sedang bermain dengan ayahnya. Tuhan menggendongku dan memelukku, Dia memetik setangkai bunga dan meletakkannya di atas telingaku. 

"Pulanglah!" 

Mendengar kata itu, aku langsung berkata, "Tidak mau. Aku masih ingin bermain di sini denganMu."

"Masih banyak yang harus kau lakukan di bumi."

"Tapi..."

"Nanti pada waktuNya, kita akan bermain lagi di taman ini."

"Kalau gitu, bunganya boleh aku bawa pulang?" Aku masih mencoba untuk menawar.

"Bunga itu tidak perlu kau bawa pulang karena bunga itu akan membuat telingamu menjadi peka dengan suaraku. Setiap kamu ingin mendengar suaraKu, panggil namaKu di dalam hati!"

Mendengar perkataan itu, aku menjadi mau pulang karena aku percaya kalau pada waktuNya, Tuhan akan mengajakku bermain lagi di taman itu. Ketika aku sadar, tubuhku tergeletak di lantai. Pendeta itu berkata kalau selama doa tadi, beliau mendengar dari Tuhan kalau ada 2 orang mengutukku tapi, kutukan itu akan berbalik pada mereka. Sayangnya, pendeta itu juga tidak tahu siapa mereka itu. Jika aku bisa mengetahuinya, aku ingin berterima kasih pada mereka berdua. Karena jika mereka tidak melakukannya, aku tidak akan bermain di surga bersama Tuhan. Oleh karena kejadian itu, sampai sekarang, aku sangat suka dengan perkataan Tuhan bisa merubah kutuk menjadi berkat. 

Album
Penolong Sejati
ARTIST: NATASHA HEIDI

RELEASE: 2014


Ketika aku putuskan untuk berhenti membuat album dan fokus pada kuliahku, Tuhan menegurku berkali-kali untuk tetap membuat album lagi melalui suaraNya yang sering aku dengar, penglihatan saat doa, dan mimpi yang aku dapat ketika tidur.

Pada kenyataanya, banyak sekali pergumulan yang terjadi dalam membuat album ini. Namun, because of His love, album ini dapat terselesaikan dengan baik.

Satu hal yang tak terduga dalam proses album ini adalah lagu "Penolong Sejati" sangat seirama dengan pergumulan (trauma bully) yang terjadi ketika aku mulai belajar di Singapore dan lagu "DihadiratMu" yang juga seirama dengan firman yang aku renungkan berkali-kali di awal tahun ini meski aku belum bercerita apapun pada ko Jason.

Aku percaya kalau tidak ada yang kebetulan. Pasti semua itu sudah Tuhan rencanakan sejak awal.

Terima kasih untuk Tuhan telah memberikanku surprise melalui 2 lagu itu dan atas campur tanganNya dalam album ini.

Terima kasih juga untuk papa, mama, dan my lovely big brother, ko Yoyo atas semua doa, support, dan kasih sayang kalian semua.

Juga terima kasih pada ko Jason dan ci Hetty untuk bantuannya dalam album ini dan kasih sayang kalian yang selalu menguatkanku.

Terima kasih juga untuk semua orang yang selalu mendoakanku dan mensupportku.

With love

Natasha heidi

Lagu-lagu yang di Web ini boleh didownload oleh semua orang dan dibagikan ke banyak orang.

PENOLONG SEJATI

TIADA YANG TERLALU SUKAR
ARTIST: NATASHA HEIDI

RELEASE: 2012


Sepanjang hidup kita, berbagai macam pergumulan sering kita alami. Namun, kasih Tuhan selalu bersama kita, memberi kita kekuatan untuk dapat menghadapinya. Seperti yang alkitab katakan: "The LORD shall fight for you, and you shall hold your peace".

Lagu-lagu yang di Web ini boleh didownload oleh semua orang dan dibagikan ke banyak orang.

TIADA YG TERLALU SUKAR


Senin, 10 April 2017

KUASA DOA ANTARA HIDUP DAN MATI


Berawal dari sebuah pertemuan di Batam, Agus dan Priska menjalin hubungan. Semakin hari cinta di antara mereka semakin mendalam. Sampai akhirnya mereka merencanakan sebuah pernikahan. Memiliki keluarga yang bahagia adalah impian mereka. Persiapan pernikahan di antara mereka pun sudah semakin matang. Undangan sudah dicetak, souvenir sudah dipesan, bahkan ranjang pengantin pun sudah dipersiapkan.

Namun impian hanya akan menjadi sebuah impian. Pagi itu, Agus harus mengantarkan gambar yang dibuatnya ke kantor yang berada di kawasan Jakarta Pusat. Tanpa disadarinya, maut sedang mengintainya. Agus mengalami kecelakaan fatal. Kepalanya terbentur aspal yang keras. Orang-orang yang berada di sekitar tempat kejadian segera menolongnya dan membawanya ke rumah sakit.

Seperti disambar petir, keluarga Agus menerima kabar yang sangat mengejutkan. Agus kecelakaan dan keadaannya sangat parah. Saat itu Linda Ishak, ibu Agus, dan Priska, calon istrinya, tengah berbelanja untuk mempersiapkan pernikahan Agus dan Priska di Tanah Abang. Saat mendengar kabar itu, Linda dan Priska langsung diserang kepanikan.

Parahnya kondisi Agus saat itu membuat keluarganya sudah berpikir untuk merelakan kepergian Agus kalau memang waktu baginya sudah tiba. Dalam perjuangan melawan maut, keluarga Agus harus memperjuangkan keselamatan Agus karena sampai 5 jam berlalu, belum ada tindakan apapun yang diambil dokter yang berwenang untuk menyelamatkan nyawanya. Keadaan ini membuat keluarga Agus memaksa pihak rumah sakit untuk memindahkan Agus ke rumah sakit yang diharapkan penanganannya lebih baik.

Sampai pelayanan ambulance datang pun, petugas medis mengatakan kondisi Agus tidak layak jalan untuk dibawa ke rumah sakit lain. Dengan menanggung kondisi yang ada, keluarganya pun menandatangani surat yang bersedia menanggung resiko apapun yang akan terjadi selama perjalanan Agus sampai ke rumah sakit tujuan.

Pada akhirnya Agus dipindahkan ke rumah sakit Siloam. Agus mengalami pendarahan otak yang sangat hebat jadi harus segera dioperasi. Keputusan harus segera diambil karena nyawa Agus benar-benar berada diujung tanduk. Dengan pilihan yang ada, keluarga Agus segera berunding dan akhirnya memutuskan untuk menyetujui operasi dijalankan malam itu juga.

"Pak Agus itu mengalami pembengkakan otak yang parah dan ada bercak-bercak pendarahan di dalam otaknya. Kita putuskan untuk segera melakukan operasi. Presentasi untuk terjadinya kemungkinan hidup bagi saudara Agus itu secara kedokteran mungkin hanya 35%," ujar dr. Yesaya Yunus, Sp.d., dokter yang menangani Agus.

Beban keluarga Agus seakan tak ada habisnya. Mereka harus menghadapi banyak hal yang membuat mereka semakin terpuruk ke dalam keputusasaan. Ada kenalan mereka yang mengatakan mendapat penglihatan dan melihat roh Agus sudah terpisah dari tubuhnya. Saudara Linda juga ada yang mengatakan kalau Agus datang kepada mereka dan menitip pesan untuk menjaga Linda dan banyak hal lain yang membuat keluarga Agus hampir kehilangan pengharapan akan kesembuhannya. Informasi yang didapatkan Linda dari suster rumah sakit pun tidak membuatnya tenang. Suster itu mengatakan kalau pun Agus nanti dapat pulang kembali ke rumah, kondisi paling bagus yang akan mereka hadapi adalah Agus yang memakai kursi roda. Bisa juga Agus lumpuh total.

Bagi Priska, kondisi ini bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi. Banyak rekan-rekan Priska yang menyarankannya untuk meninggalkan Agus, tidak ada harapan lagi. Biasanya dengan kondisi seperti Agus, tidak akan ada yang bisa bertahan hidup. Kalaupun ia hidup, Agus pasti akan menjadi orang idiot yang tidak bisa apa-apa.

Dalam keterpurukan dan ketidakpastian, Agus harus menjalani operasi yang kedua kalinya untuk pemasangan tempurung kepalanya. Namun untuk kesekian kalinya, keluarga Agus harus menghadapi kenyataan yang begitu mengejutkan. Biaya yang dibutuhkan untuk operasi dan pengobatan Agus sangat besar. Apa yang dihadapi keluarga Agus sepertinya adalah sebuah kemustahilan. Tidak ada harapan. Mungkinkah Agus akan cacat atau bahkan meninggal?

Dalam keadaan yang begitu tertekan, hanya Yesuslah yang menjadi sandaran satu-satunya bagi keluarga Agus. Linda setiap hari berdoa, tiada henti air matanya mengalir memohon kesembuhan Agus. Kapel rumah sakit senantiasa dipenuhi oleh suara ratapan Linda memohon kesembuhan Agus. Keluarga Agus senantiasa berharap dan mempercayai kuasa dari doa.

Doa yang tiada hentinya pada akhirnya dapat membawa Agus melewati masa-masa kritis. Bahkan operasi demi operasi berjalan lancar hingga proses kesembuhan pun mulai terlihat.

"Campur tangan Tuhan di sini sangat besar karena dari hasil scanning yang begitu parah, ada pendarahan di kanan dan kirinya dan otak yang begitu bengkak, secara medis kemungkinan terjadi kelumpuhan atau ketidakmampuan berkomunikasi, sama sekali tidak tampak pada diri pak Agus ini. Jadi menunjukkan suatu pemulihan yang luar biasa," ujar dr. Yesaya memperjelas besarnya kuasa Tuhan dalam kasus Agus.

Pernikahan yang sempat tertunda, 3 bulan kemudian terlaksana dengan baik. Kebahagiaan yang begitu dalam terpancar dari wajah Agus dan Priska. Membentuk keluarga bahagia akhirnya menjadi sebuah kenyataan bagi Agus dan Priska.

Saat ini Agus hidup berbahagia bersama istri dan keluarganya. Sebuah impian indah yang pada akhirnya menjadi sebuah kenyataan.

"Buat saya, Yesus itu berartinya luar biasa. Sangat sangat berarti buat hidup saya. Sebagai seorang Bapa, IA selalu menghibur saya," ujar Agus dalam kesaksiannya.

"Saat itu tidak ada kata lain yang keluar dari mulut saya. Saya hanya bisa berkata, Tuhan, Engkau terlalu baik. Setiap saat saya katakan Tuhan itu terlalu baik," tambah Linda dengan penuh haru.

Pengharapan adalah sebuah kunci untuk suatu terobosan. Orang yang berharap tidak akan pernah dikecewakan.

Sumber: http://www.jawaban.com