Kamis, 22 September 2016

Bola Api Setan di atas Atap


Kesaksian...kisah nyata
Keajaiban Tuhan Yesus yang luar biasa

Pada saat itu , pukul 00.30 ketika saya dan ibu saya sudah tertidur tiba- tiba tetangga kami menggedor pintu rumah dan membangunkan kami karena ada kiriman bola api di atas atap rumah.

Ketika kami melihat, kami terkejut terus di panggilah orang pln dekat rumah. Dia masuk ke rumahku, terus dia senter lalu memukul atap supaya tau ada kerusakan listrik atau kabel. Namun tiba tiba bola api tsb hilang. 1 menit kemudian muncul lagi.

Tetangga depan senter ke arah bola api tsb ternyata bola api tsb ada matanya... Wihhhh serreemmm. Lantas mereka bilang itu setan... Semua orang mundur ... Tapi saya dengan iman dan kuasa roh Allah berdoa dan ketika saya usir dalam nama Yesus, apinya tadi hilang terus dalam hitungan detik muncul lagi dan sudah pindah ke atap rumah apek(paman) sebelah rumah saya.

Lalu saya maju ke arah bola api tsb dannn... tepat di depan bola api tsb saya berkata firman Tuhan "Tuhan berdiri di sebelah kananku, sebab itu aku tidak akan goyah. Sebab itu hatiku diam dalam tenteram, sebab Engkau tidak membiarkan orang kudusMu ke dalam dunia orang mati. Sebab Yesus adalah jalan, kebenaran, dan kehidupan." Dalam nama Yesus enyahlah engkau iblis....

Setelah saya selesai menunjuk ke iblis dgn perkataan tsb, di depan saya bola api itu langsung meledak seperti mercon (kembang api) yang dibakar. Akhirnya iblis pun dikalahkan oleh nama Yesus yang sungguh luar biasa....Halleluya...

Rabu, 21 September 2016

Mati Suri dan Mujizat Kesembuhan Irma Wati


Di tahun 2000, suatu kali ketika Irmawati sedang bekerja, tiba-tiba ia mengalami sakit kepala berat hingga jatuh pingsan. Saat itulah ia mengalami mati suri atau dikenal dengan koma dan melalui sebuah pengalaman ke dunia lain.

Ia segera dilarikan ke rumah sakit, menjalani pemeriksaan hingga di diagnosa mengalami pecahnya pembuluh darah di otak serta klep jantungnya bocor. "Semua klep jantung saya bocor, ini yang membuat saya jatuh koma," ujar Irma Wati.

Ditengah kenyataan pahit yang diterimanya, Leo Chandra suaminya pun hanya berserah dan berdoa kepada Tuhan atas kondisi istrinya yang saat itu dalam kondisi koma. "Akhirnya saya berserah aja sama Tuhan. Jadi keluarga semua berdoa,"kata Leo.

Dokter yang menanganinya menjelaskan bahwa Irma mengalami pendarahan yang sangat luas di daerah otak sebelah kanan. Sehingga harus menjalani proses operasi sebab jika tidak nyawanya takkan dapat tertolong.

Sesaat menjalani operasi, roh Irma akhirnya bangkit. Saat itulah ia dibawa ke suatu tempat gelap dan mengalami pertemuan dengan seseorang yang menuntunnya berjalan ke sebuah tempat. Saat itulah Irma mengakui sedang berada di sebuah taman indah yang belum pernah ia temui.

"Seperti ada tangan yang menarik saya kuat: "kamu jalannya bukan ke situ tapi kesana". Dan ketika saya masuk di tempat yang terang itu, saya ada di sebuah taman yang luar biasa indahnya dan dengan lagu pujian yang  luar biasa," jelas Irma.

Namun sesaat setelah itu, Irma pun menyaksikan sebuah sosok putih yang lebih terang berada di sebuah mimbar dalam taman dan memerintahkan untuk melarangnya maju ke depan. Saat itulah Irma mendengar seruan doa-doa dari banyak orang. Saat itulah ia mendengar jelas doa dari ibunya.

"Ada doa yang paling keras yaitu doa mama saya, Ia berkata: Ya Tuhan Allah Abraham, Ishak, Yakub kasihani saya, kasihani saya. Apakah orang tua setua ini harus melihat anaknya berjalan ke dunia orang mati. Saya ingat anak-anak menunggu, dan suami yang menunggu. Saya berdoa, darah Yesus pasti menyelamatkan dan oleh bilurnya saya percaya Dia bisa menyembuhkan saya," jelas Irma.

Sesaat setelah operasi selesai, Irma akhirnya siuman dari komanya. Keyakinan imannya memampukan Irma sembuh dari penyakit tersebut. Dalam waktu singkat, Irma pun pulih kembali dengan kondisi sedia kala.

Namun belum sampai disitu, masalah klep jantung Irma yang didiagnosa mengalami kebocoran pun menjadi persoalan berikutnya. Penyakit kedua yang harus dihadapi Irma dan ia harus berjuang kembali dengan imannya. Lalu beberapa waktu kemudian, ia pun menjalani operasi kembali. Operasi dinyatakan berhasil lalu kemudian menjalani proses penyembuhan. Untuk kali kedua, Irma pun mengalami mujizat, sebab tim medis menyatakan bahwa kesembuhan yang dijalani oleh Irma terbilang cukup cepat.

Bagi Irma, kesembuhan yang ia alami tersebut merupakan campur tangan sepenuhnya oleh Tuhan. Pengalaman yang ia lalui saat mati suri, mengingatkannya bahwa sosok yang paling terang tersebut adalah Yesus. Sebab ketika ia hampir dinyatakan mati, dengan doa-doa dari seluruh keluarga, Tuhan memerintahkan agar ia kembali dipulihkan dari mati suri yang sempat dialaminya.

"Saya mengakui saya pernah mengalami kematian, tapi karena Yesus memberi kesempatan buat saya satu kali lagi kehidupan supaya saya memberitakan hanya didalam Kristus Yesus saja, ada keselamatan dan di dalam Kristus Yesus saja orang bisa memiliki kerajaan surga," pungkasnya.

Menurut ilmu medis, mati suri dikenal dengan Near Death Experience atau kematian klinis yang kadang kala sulit dipercaya namun nyata telah dialami oleh Irma Wati. Berdasarkan kisah ini, kita diingatkan bahwa kuasa doa sangat nyata dapat memulihkan keadaan. Tuhan turut hadir secara nyata dalam setiap persoalan hidup yang kita hadapi, terutama ketika kita tetap beriman dan meyakini bahwa Ia punya kuasa yang luar biasa untuk menentukan kematian dan kehidupan seseorang.

Sumber Kesaksian: Irma Wati & Leo Chandra

Sapru Menghadapi Pengalaman Menjelang Kematian


Markus 9:47 — “ Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan ALLAH dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka.”

Sapru, 48, dibesarkan di Asia Selatan dan menjadi ateis dan fanatik komunis. “Aku tidak pernah percaya sebelumnya kepada YESHUA HA MASHIACH atau Kristianiti,” katanya. Ia menyetir taksi untuk membiayai dirinya dan istrinya, Blessey.

Sebagian besar teman-temannya adalah pecandu alkohol dan ia menjadi kecanduan alkohol juga. Istrinya, bagaimanapun adalah seorang Kristen yang tangguh, seorang wanita pendoa yang merenungkan Alkitab setiap hari – tanpa sepengetahuan Sapru. “Jika saya melihat dia berdoa atau membaca Alkitab, saya pastilah tidak mengizinkan itu,” katanya. Meskipun kondisi kerohanian yang buruk dari suaminya, Blessey tetap memegang janji-janji ELOHIM dan berdoa secara teratur untuk pertobatan suaminya.

Suatu malam Sapru mabuk kembali, ribut dengan istrinya dan memukuli istrinya dengan kasarnya. Ia meninggalkan rumah, masuk ke taksi dan mengemudi. Dalam kondisi mabuk, taksi bertabrakan dengan sebuah truk dan ia terluka parah. “Mata kiri saya keluar dan hancur,” katanya. “Saya berhadapan muka dengan kematian.”

Ketika Blessey mendengar berita kecelakaan tersebut, ia bergegas ke rumah sakit dengan beberapa missionari, dipimpin oleh Pastor Paul dari Alkitab-alkitab untuk Mideast (the Bibles for Mideast). Mereka berlutut dihadapan ELOHIM di ruang doa rumah sakit. Blessey membaca Alkitab dengan suara keras dan berseru kepada YESHUA HA MASHIACH untuk penyembuhan. “Dia meminta ELOHIM untuk memberikan hidup saya kembali sebagai sebuah ciptaan baru,” Sapru megingat.

Sementara dokter melakukan pembedahan untuk menyelamatkan hidupnya, Sapru menghadapi Pengalaman Menjelang Kematian (NDE, near-death experience). “Jiwaku mengembara untuk mendapatkan tempat duduk di Sorga,” ia menceritakan. “Para malaikat tidak mengizinkan saya untuk masuk ke dalam Sorga tapi mendorong saya menuju neraka.”

Tetapi karena doa syafaat yang sunguh-sungguh dari Blessey, Sapru percaya TUHAN YESUS KRISTUS memperpanjang anugrah dan belas kasihan-NYA kepada dirinya. “TUHAN YESUS tidak mengijinkan saya untuk jatuh ke dalam neraka, tetapi memegang saya dengan aman pada tangan-NYA yang berlubang paku tersebut oleh sebab syafaat istriku.”

ADONAI YESHUA HA MASHIACH memperlihatkan kepadanya istrinya dan tim doa yang sedang berlutut dan berdoa dengan air mata mereka yang bercucuran untuk dia.

Ketika Sapru melihat mereka, hatinya tersayat. Kemudian YESHUA HA MASHIACH berpaling kepadanya dan berkata: ”Pergi, dengan selamat dan dibaptis dan hiduplah bagi-KU beserta dengan keluargamu.” Selama operasi, ada saat tertentu ketika jantung Sapru berhenti. “Para dokter berpikir untuk menyatakan kematian saya,” kenangnya. “Tapi setelah beberapa detik kemudian saya mulai bernapas.”

”Terima kasih ELOHIM YESHUA HA MASHIACH; sekarang ia ok,” salah satu dokter mengatakan. “Ketika YESHUA HA MASHIACH mengijinkan rohku untuk kembali ke tubuhku, saya mulai bernafas,” Sapru berkata.

Kemudian ADONAI berbicara lagi kepadanya: ”Lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan ELOHIM dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka . Biarlah itu menjadi kesaksian kamu untuk bersaksi tentang AKU.”

“Saya telah pulih, tetapi mata kiriku benar-benar telah terangkat keluar. Saya tidak khawatir tentang hal itu, karena ADONAI ingin saya untuk bisa bersamanya di sorga tanpa sebuah mata. TUHAN YESUS KRISTUS mencintai saya, sehingga TUHAN YESUS tidak mengijinkan saya untuk pergi ke neraka dengan kedua mata. Terpujilah ADONAI YESUS KRISTUS untuk kasih-NYA yang luar biasa!”

“Saya mengakui semua dosaku dan menerima ADONAI YESUS KRISTUS sebagai Juruselamat dan ADONAI-ku. Dalam beberapa hari saya dibaptis selam dan bersaksi tentang ADONAI YESUS KRISTUS bersama dengan keluargaku.”

Meskipun ia hanya memiliki satu mata, dia tetap mengendarai taksinya. Majikannya, sekarang percaya kepada TUHAN YESUS KRISTUS, memberi dia sebuah mobil untuk dipakai.

“Saya punya dua putra. Saya sungguh senang melihat mereka bersukacita dalam ADONAI YESHUA HA MASHIACH karena pertobatanku dan kegiatan-kegiatan pelayananku.”
Amin. TUHAN YESUS Memberkati.