Minggu, 04 Desember 2016

PERCAYA ADA STOK TULANG KAKI DI SORGA


Setelah belanja kaos Natal bersama temannya, Ani Tampubolon naik bis untuk pulang. Masuklah dua preman ke dalam bis itu dan meminta uang dengan modus "kami hanya minta tolong saja". Di situ, Ani mulai berdoa pada Tuhan.

Parahnya lagi, salah satu preman memperagakan pertunjukan berbahaya dengan menoreh silet ke tubuhnya untuk membuktikan silet itu berbahaya. Ani menunduk ketakutan melihat hal itu. Namun, preman tersebut jadi memperhatikannya. "Maafkan saya jika ada kata-kata yang salah," ujar preman tersebut.

Anehnya, Ani merasa kemudian ada yang mengikutinya. "Malam itu juga saya gelisah, kayak ada yang ngikuti saya sampai ke rumah." cerita Ani. Di lain hari, ketika naik angkot, Ani merasa di dalam angkot tersebut ada api, padahal orang lain tidak melihat adanya api.

Tanpa bilang mau turun, Ani mencoba turun dari angkot tersebut. Sayangnya, sang supir sudah menjalankan mobilnya terlebih dahulu sehingga Ani jatuh dari angkot tersebut. Dengkul Ani terlepas dan pahanya pun patah. "Aduh sakitnya luar biasa, karena inikan ditarik mereka dilurusin," kata Ani sambil menunjuk dengkulnya.

Patah tulang di tiga bagian membuatnya harus ke meja operasi. Namun pengobatannya ini terkendala biaya. "Jadi pas saya mendengar duit Rp 30 juta itu, aduh, apa yang harus saya lakukan? Kakak saya bilang, "Gimana, saya tidak punya uang"" kata Dame, salah satu putri Ani. Demi mamanya, Dame menandatangani surat persetujuan biaya yang harus dikeluarkan tersebut.

Mengetahui dirinya hendak dipasang pen pada kaki seumur hidup, Ani berdoa pada Tuhan. "Tuhan, aku mau sembuh Tuhan tapi aku tidak mau dioperasi." doa Ani. Tujuh hari setelah itu, gula darah Ani masih tinggi sehingga belum bisa dioperasi padahal Ani sudah berpuasa seperti yang disarankan dokter.

Anehnya, dokter menyarankan agar Ani pulang. Hal itu tentu menjadi kegembiraan tersendiri bagi mereka, mengingat biaya rumah sakit yang setiap hari harus ditanggung. Di sisi lain, Dame bertanya-tanya, bagaimana mamanya bisa sembuh jika tidak dioperasi. Ani berkata padanya, "Dame, kita punya Tuhan yang hebat. Dia yang akan nyembuhin mama."

Setelah pulang dari rumah sakit, Ani mulai aktif menyanyikan lagu koor, mengingat saat itu juga menjelang Natal. Sambil nyanyi lagu itu, Ani yang belum bisa berjalan akibat kakinya terluka parah, memegang dinding rumah. Dia paksakan dirinya, namun ternyata memang tidak bisa.

Mereka pun memanggil tukang urut. Ani meminta kepada tukang urut itu untuk tidak menjampi-jampinya. Namun aneh, tukang urut itu mengatakan bahwa kaki Ani sebenarnya tidak apa-apa. "Kaki ibu ini sebenarnya dikuasai roh jahat." ujar tukang urut tersebut.

"Saya yakin, saya percaya itu ada. Karena kaki saya ini, setiap jam 5 pagi kayak ada yang megang, ada yang mencengkeram gitu." ungkap Ani.

Ani sedih dan putus asa mengingat dia selalu tampil dalam acara Natal dan bisa jadi kakinya membuatnya tidak dapat tampil di paduan suara untuk Natal. "Tuhan, berikan aku kesembuhan, supaya aku dapat melakukan pelayanan kembali," ucap Ani sambil berurai air mata. "Dalam nama Yesus, saya bisa sembuh. Dalam nama Yesus, kaki saya sembuh." begitu selalu doa Ani.

Dame kemudian menelepon kakaknya yang tinggal di luar kota. Kakaknya menyuruhnya untuk berdoa bagi mamanya. Dame pun gelagapan, karena dia tidak pernah berdoa untuk kesembuhan seseorang. Namun, dia mencoba untuk memberanikan diri.

"Tuhan, aku ini orang design grafis, foto. Sejelek apapun, di tangan saya, saya akan bikin indah. Begitu juga mama. Mamaku Tuhan yang design dan saya percaya ada stok tulang di surga untuk menyambung tulang-tulang mama yang patah." doa Dame.

Selesai berdoa seperti itu, Ani langsung merasakan bahwa kakinya yang tadinya tidak bisa bergerak, langsung bisa bergerak sendiri sampai Ani merasa kesakitan. Kakinya bergoyang tidak karuan selama 15 menit. Setelah itu kakinya terasa ringan.

"Di situ saya benar-benar kuasa doa saya rasakan. Tuhan itu ada di dalam doa." ungkap Dame. Setelah itu mereka pun berangkat ke Surabaya, ke tempat kakak Dame berada.

Mereka pergi ke dokter tulang. "Saya mulanya tidak mengerti kalau tulang pinggul saya ini keluar dari pinggul. Tapi saya pegang-pegang, kok pinggul yang sebelah beda dengan yang sebelahnya. Akhirnya dokter tulang itu bilang, "Ini lepas bu." Dokter pun mengetok di bagian tulang pinggul tersebut dan berdarah."

Dokter mengatakan tenang dan menyuruhnya untuk berjalan. "Saya bilang sama Tuhan, "Tuhan terima kasih Tuhan saya bisa melayani Tuhan lagi."" ujar Ani sambil menangis saat dia bisa berjalan kembali. "Saat saya beriman pada Tuhan Yesus, mujizat itu nyata dan kesembuhan terjadi dalam hidup saya. Dan Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya yang berseru pada-Nya. Tuhan menjawab doa kita."

"Setelah saya melihat mama berjalan lagi, saya yakin kekuatan Tuhan itu lebih besar daripada yang ada di muka bumi ini. "ujar Dame. "Kuasa Tuhan lebih hebat dari iblis karena saya sudah melihat mujizat kesembuhan yang Tuhan berikan pada kaki saya." tutup Ani di dalam kesaksiannya. Semuanya mungkin bagi Tuhan asal kita meminta pada-Nya dengan iman.

Sumber Kesaksian : http://www.jawaban.com

Kamis, 24 November 2016

SABINA HIDUP KEMBALI SETELAH MATI 2 HARI


Seorang wanita dinyatakan meninggal dan terbaring dingin di kamar mayat di Moskow, Rusia selama dua hari.

Tiba-tiba, ia hidup kembali dan melangkah keluar dari pembaringan rumah sakit!

Berdasarkan kesaksiannya, wanita bernama Sabina, mengatakan saat dia terbaring di kamar mayat dikelilingi oleh mayat, dia memperoleh visi sebuah pohon yang tumbuh di bagian atas sumur, menurut Assist News.

Dari batangnya, sebuah cabang bergerak ke arahnya, cabang kemudian berubah menjadi daging yang menyerupai tangan, lalu Sabina mendengar kata-kata, "Jika kamu pegang tangan saya, saya akan membawa kamu kembali ke kehidupan."

Sabina melakukan seperti yang diperintahkan. Dia kemudian terbangun dan mendengar suara-suara dari para dokter mencari mayat yang hilang.

"Aku hidup. Jangan khawatir, "teriaknya pada para dokter yg ketakutan.

Staf medis menawarkan air, makanan dan pakaian, dan mengatur untuk transportasi ke rumah sakit penelitian universitas di Moskow, ke kota itu dia telah melakukan perjalanan dari Asia Tengah untuk mengunjungi anaknya dipenjara.

Personil rumah sakit bingung tidak bisa menjelaskan bagaimana Sabina kembali ke kehidupan setelah menghabiskan dua hari dalam keadaan koma dan kemudian dua hari lagi di kamar mayat.

Ketika ia kembali ke rumahnya di suatu tempat di Asia Tengah, Sabina memiliki kejutan besar yg lain untuk keluarganya. "Ada suatu tempat aku harus pergi," katanya kepada anak-anaknya.

Dia menuju sebuah gereja Pantekosta dan segera mengaku imannya dalam Yesus Kristus, meninggalkan iman Muslimnya.

Tangan yang mengangkatnya dari bed di kamar mayat, menghidupkan dia kembali, jelas-jelas milik Yesus. Itu sebabnya ia siap memeluk-Nya setelah pulang dengan rasa syukur atas anugrah-Nya.

Setelah dia mengatakan kepada enam anak perempuan dan anak laki-laki tentang bagaimana dia hidup kembali, mereka semua menjadi Kristen.

Tahun lalu, Sabina, yang kini berusia 63 tahun, melihat ibunya 92 tahun dan keponakan juga ikut Yesus.

Baru-baru ini, putri tertua Sabina yg pada musim panas ini sangat kritis terhadap Kristen juga berbalik kepada Yesus.

Sumber: sundayadelajablog.com

Sabtu, 19 November 2016

KUASA PUJIAN MEMBEBASKAN ANAK 10th DARI PENCULIKAN


Sebuah lagu pujian berjudul 'Setiap Pujian' yg dinaikkan oleh Willie Myrick, seorang anak usia 10 tahun dari Atlanta, telah menyelamatkan dia dari penculiknya. Willie Myrick mengatakan dia berada di halaman depan dan membungkuk untuk mengambil uang ketika seseorang menangkapnya dan melemparkannya ke dalam mobil.

"Penculik bilang dia tidak ingin mendengar sepatah kata pun dari saya," kata Myrick. Saat itulah Myrick mulai menyanyikan sebuah lagu pujian yang berjudul "Setiap Pujian." Penculik mulai mengutuk dan berulang kali mengatakan kepada Myrick tutup mulut, tapi dia tidak mau. Dia menyanyikan lagu pujian selama sekitar tiga jam non-stop sampai penculik membiarkan dia keluar dari mobil.

Ingatkah kisah Paulus dan Silas ketika mereka berada di dalam penjara? Dalam Kisah Para Rasul 16: 25-26, Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

Kejadian tentang Myrick ini adalah peringatan dan perayaan untuk keluarga. Peringatan karena anak-anak selalu harus dijaga dan perayaan karena pertunjukkan yang menakjubkan kuasa Allah dalam hidup Myrick. Kisahnya telah menyentuh begitu banyak kehidupan. Ia bahkan telah mendapat kesempatan bertemu pelantun pujian yaitu Hizkia Walker. Hal itu membuat Hizkia merasa kagum juga!