Tampilkan postingan dengan label KESAKSIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESAKSIAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Oktober 2012

Kesaksian Surga dan Neraka oleh Pastor Na Hyun Sook

by Mira Agustina on Thursday, October 18, 2012 at 5:49pm ·


Pastor Na Hyun Sook menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan ketika ia berusia 12 tahun. Ibunya sudah menyerah untuk kesembuhannya. Jadi sang ibu mengirimkan putrinya ke Gereja. Sebagai seorang gadis kecil, dia telah berjanji pada Tuhan bahwa dia akan melayani-Nya jika Dia menyembuhkan dirinya. Dia kemudian menerima penyembuhan dari Tuhan.

Ketika dia sudah mencapai 19 tahun, Tuhan mengatakan bahwa dia perlu berdoa antara delapan sampai sepuluh jam untuk menjadi hamba yang perkasa. Para hamba Tuhan harus menjadi pria atau wanita pendoa. Tuhan berkata bahwa hamba-Nya tidak boleh serakah tapi jujur dan tegak. Mereka harus memiliki hati yang bersih dan rendah hati. Mereka harus menjadi seorang pria atau wanita yang berkarakter. Tuhan lebih lanjut mengatakan bahwa tanpa doa, hamba-Nya tidak akan dapat melihat masalah spiritual dari orang lain. Mereka tidak akan mampu mencintai orang lain dan mereka tidak akan mampu memecahkan masalah orang lain.

Tuhan berkata, "Pada hari-hari terakhir, tidak peduli apakah seorang pendeta atau seorang jemaat biasa, mereka semua harus memiliki karunia untuk membedakan. Ada Roh-roh penipu yang begitu banyak. Banyak orang memiliki Roh-roh jahat yang lain dalam diri mereka dan Roh antikristus telah muncul ke dunia. Roh-roh ini mencoba untuk menipu dan memperdaya anak-anak Allah." Tuhan mengatakan kepada saya bahwa semua orang Kristen harus menerima karunia membedakan dalam rangka untuk melihat apakah pekerjaan / manifestasi dari orang-orang tertentu / peristiwa tersebut apakah dari setan atau Roh Kudus. Firman Allah dan Roh Kudus akan membantu Anda untuk membedakan.


NERAKA

Aku berada di tempat air mendidih. Dalam air mendidih, aku melihat banyak orang dengan hanya kepala mereka di atas air mendidih. Air itu begitu panas bahwa daging mereka telah benar-benar meleleh tapi mereka tidak bisa mati. Mereka berjuang dengan sangat. Mereka berteriak, "Selamatkan saya!! Selamatkan saya!! Bawa saya keluar dari tempat ini!! Selamatkan saya!! Argh!!

"Yesus berkata, "Ketika mereka berada di bumi, mereka sujud dan berdoa kepada Buddha, dewa-dewa, pohon, gunung dan kepada segala macam hal-hal yang dirharapkan akan memberkati mereka. Ini adalah penyembah berhala. Mereka telah meninggal dan sekarang mereka berada di tempat ini!"

Ulangan 5:8  Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

  Aku dibawa ke tempat berikutnya. Aku melihat banyak orang yang berada dalam panci dengan minyak panas. Mereka melompat-lompat dari panas yang tak tertahankan. Minyak panas naik ke lutut mereka. Aku melihat mereka semua mengenakan topi berbentuk persegi (seperti yang dipakai oleh mahasiswa perguruan tinggi pada saat kelulusan). Mereka berteriak, "Terlalu panas!! Terlalu panas!! "Lalu aku melihat wajah mereka menjadi begitu jelek seperti monster. Mereka mengutuk dunia dan berkata, "Kami hakim, gubernur, jaksa dan presiden. Sementara kami hidup di bumi, kalian (Kristen) datang kepada kami dan meminta kami untuk membantu dengan kasus dan masalah kalian. Kami merasa kasihan kepada kalian sehingga kami membantu masalah kalian. TETAPI BAHKAN SEKALIPUN KALIAN TIDAK MEMBICARAKAN KEPADA KAMI TENTANG YESUS!! AKU TIDAK TAHU SIAPA ITU YESUS!! AKU TIDAK TAHU TENTANG TUHAN!! KENAPA KAMU TIDAK MEMBERITAHU SAYA TENTANG YESUS!! Tempat ini begitu panas!! Tempat ini begitu panas!! Hal ini tidak adil!! Selamatkan saya!! Selamatkan saya!! Sekarang, saya ada di neraka dan disiksa!!" Mereka menangis dan berjuang.

Yesus berkata, "Mereka memiliki ketenaran dan kekuasaan di dunia, sementara mereka tinggal di bumi. Tapi tidak peduli seberapa tenar dan kayanya seseorang, jika orang itu tidak percaya kepada-Ku, maka orang seperti itu tidak akan bisa masuk surga. Aku telah memberikan Kasih karunia dan Kemurahan-Ku yang begitu besar bagi Keselamatan. Tapi jika kamu tidak meginjili orang-orang fasik (non kristen) dan jika orang yang tidak percaya Kristus tiba-tiba mati dan berakhir di neraka, maka AKU AKAN MENUMPAHKAN DARAH MEREKA DI TANGANMU. AKU AKAN MENUNTUT DARAH MEREKA KE ATASMU!"

Yehezkiel 3:17  "Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku.

Yehezkiel 33:6-7  Sebaliknya penjaga, yang melihat pedang itu datang, tetapi tidak meniup sangkakala dan bangsanya tidak mendapat peringatan, sehingga sesudah pedang itu datang, seorang dari antara mereka dihabiskan, orang itu dihabiskan dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari penjaga itu.
Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku.

Tuhan mengatakan kepadaku, jika tetangga kami meninggal sebelum kita dapat bersaksi kepada mereka, Dia akan menumpahkan darah mereka di tangan kami. Mari kita bersaksi sepanjang waktu.

Selanjutnya, saya berada di tempat api yang berkobar tinggi. Saya melihat banyak orang bertanya-tanya di dalam api yang berkobar. Mereka berteriak, "Panas!! Panas!! Argh!! Ini sangat menyakitkan!! Berikan aku air!! Selamatkan aku... in iterlalu panas!!" Mereka tersiksa dan berjuang.

Tuhan mengatakan kepada saya untuk mengamati dengan sangat teliti. Ketika saya melihat lebih dekat, saya melihat tubuh orang-orang ditutupi dengan uang kecuali wajah mereka. Mereka berteriak, "Panas!! Panas!! Arghh!! Air!! Dimana uang itu? Mana uang? "Mereka melanjutkan, "Ketika aku berada di bumi, aku pikir memiliki banyak uang adalah hal yang paling berkuasa. Aku pikir uang adalah hal yang terbaik di dunia. Jika aku punya banyak uang, aku pikir aku akan mampu melakukan segalanya dan memiliki apapun yang aku inginkan!! Jadi aku bekerja tanpa tidur, tanpa makan dan telah bekerja dengan semua kekuatan dan kemampuanku. Akhirnya aku memperoleh kekayaan. Satu-satunya hal yang aku telah tinggalkan adalah menjalani hidup bahagia dengan istri dan anak-anakku. Tapi aku tiba-tiba sakit dan meninggal. Dan sekarang, aku di neraka!! Hal ini tidak adil!! Hal ini tidak adil!! Aku bahkan tidak memiliki kesempatan untuk menghabiskan uangku!! Beri aku satu kesempatan!! Selamatkanlah aku dari sini!! "

  Yesus berkata, "Aku telah memberikan kewenangan dan kekuasaan untuk memerintah atas segala sesuatu. Tapi mereka telah menjadi budak uang. Bahkan setelah memiliki kekayaan yang cukup, mereka masih mengejar lebih banyak uang. Berhala mereka adalah uang. Mereka mencintai uang. Mereka bahkan tidak menyadari bahwa jiwa mereka sedang dikutuk. Sekarang mereka berada di neraka dan disiksa. Di dunia, orang saling membunuh untuk uang. Kamu harus memilih salah satu. Entah memilih Aku atau uang. Hanya ada satu Tuhan. Tidak ada yang dapat mengabdi kepada dua tuan."

1 Timotius 6:9  Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

Ibrani 13:5  Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

Lukas 12:16-21  Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

Marilah kita hidup tanpa serakah dengan uang. Allah telah berjanji kepada kita bahwa jika kita hidup dengan setia dan melakukan apa yang telah dipercayakan kepada kita dan mentaati perintah-Nya, maka Dia akan menyediakan apa yang kita perlukan. Marilah kita menjadi puas dengan apa yang kita miliki.

Sebelumnya, saya telah melakukan perjalanan untuk pertemuan kebangunan rohani di Nigeria. Gereja memiliki sekitar 20.000 orang jemaat. Itu adalah sebuah Gereja yang besar (Mega church). Yesus mengatakan kepada saya untuk menyaksikan dengan lebih seksama selama waktu pemberian persembahan. Dan Tuhan mengatakan kepada saya untuk memberitahukan orang-orang di seluruh dunia apa yang telah saya saksikan. Selama waktu persembahan, orang-orang berbaris dan mulai melemparkan persmbahan mereka ke dalam keranjang persembahan. Jumlah uang yang mereka lemparkan ke dalam keranjang dari segi nilai adalah sekitar 1 atau 2 sen di negara mereka. Beberapa melemparkan uang kertas tapi itu kusut.



Tiba-tiba, dengan murka yang menyala-nyala, Tuhan berkata, "Apakah Aku pengemis? Apakah Aku seorang gembel yang meminta-minta di jalanan? Apakah Aku pengemis yang mengemis untuk meminta uangmu? Aku adalah Raja diatas segala raja dan Tuan diatas segala tuan! Aku adalah Tuan dari semua sumber berkat! Ini tidak berarti Aku mencoba untuk mengambil uangmu.

Ingat, Kerajaan Allah adalah di mana berkat datang kepada mereka yang memberkati orang lain. Kerajaan Allah adalah dimana kamu akan menuai apa yang kamu tabur. Ketika kamu melayani Aku seperti ini, kamu melayani dan memperlakukan Aku seolah-olah seperti Aku ini seorang Pengemis! Kamu terlalu pelit.

Selama waktu persembahan, kamu berjuang seolah-olah kamu sedang mencoba untuk memutuskan apakah kamu harus memberikan satu dolar, lima atau sepuluh dolar. Kemudian kamu akhirnya memutuskan untuk mempersembahkan beberapa koin dan melemparkannya ke dalam keranjang persembahan. Kamu memberikan persembahan yang tidak dapat diterima. Aku tidak akan menerimanya!!

Siapkan persembahanmu terlebih dahulu dalam iman. Siapkan dalam iman sebelum kamu datang ke gereja. Jika kamu melayani Aku dengan memberikan yang terbaik, maka Aku juga akan memberkatimu dengan yang terbaik. Jika kamu melayani Aku dengan sisa, maka Aku tidak punya pilihan lain selain memberikan apa yang tersisa.

Inilah sebabnya mengapa banyak dari kamu yang menderita penyakit, kebangkrutan usaha, anak-anak pemberontak, dan menghadapi begitu banyak kesulitan dan penderitaan. Apakah kamu tahu mengapa semua hal ini terjadi di tempat pertama? Hal ini karena kamu telah melayani dan memperlakukan Aku sama seperti pengemis jalanan!

Apakah kamu ingin diberkati? Kamu harus melayani Aku dengan semua yang terbaik. Kemudian Aku akan memberkatimu dengan hal-hal yang terbaik."

  Tuhan memiliki segala sesuatu di tangan-Nya. Dia tidak kekurangan apapun. Jumlah uang yang dipersembahkan bukanlah intinya. Yang terpenting adalah bagaimana sikap dan hati kita di hadapan Tuhan. Siapkan persembahanmu dalam iman. Anda harus melayani Tuhan dengan iman yang benar dengan seluruh tenaga dan kekuatan.

Maleakhi 1:6-14  Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"
Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?" Dengan cara menyangka: "Meja TUHAN boleh dihinakan!"

Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam.
Maka sekarang: "Cobalah melunakkan hati Allah, supaya Ia mengasihani kita!" Oleh tangan kamulah terjadi hal itu, masakan Ia akan menyambut salah seorang dari padamu dengan baik? firman TUHAN semesta alam.

Sekiranya ada di antara kamu yang mau menutup pintu, supaya jangan kamu menyalakan api di mezbah-Ku dengan percuma. Aku tidak suka kepada kamu, firman TUHAN semesta alam, dan Aku tidak berkenan menerima persembahan dari tanganmu.
Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam.

Tetapi kamu ini menajiskannya, karena kamu menyangka: "Meja Tuhan memang cemar dan makanan yang ada di situ boleh dihinakan!"
Kamu berkata: "Lihat, alangkah susah payahnya!" dan kamu menyusahkan Aku, firman TUHAN semesta alam. Kamu membawa binatang yang dirampas, binatang yang timpang dan binatang yang sakit, kamu membawanya sebagai persembahan. Akan berkenankah Aku menerimanya dari tanganmu? firman TUHAN.

Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa.

Selanjutnya, aku melihat suatu tempat yang menyeramkan. Ada kawanan ular beracun berukuran tangan dan serangga. Mereka akan keluar masuk dari lubang-lubang yang ada dalam tubuh manusia. Ini adalah ular dan serangga yang menggigit dan memakan daging manusia. Orang-orang berdarah dengan deras. Lalu aku melihat dua setan berdiri di masing2 orang. Setan-setan memegang kapak tajam yang besar. Mereka mulai memotong setiap jiwa menjadi potongan-potongan. Lalu aku melihat organ-organ dari orang-orang yang menggantung keluar dari tubuh mereka yang menyebabkan banyak darah keluar. "Argh!! Selamatkan saya!! Selamatkan saya!!" Mereka meratap kesakitan.

Yesus berkata, "Meskipun mereka telah hidup di bumi, mereka selalu mengatakan bahwa mereka percaya kepada-Ku, mereka bahkan tidak yakin akan keselamatan mereka. Dalam Gereja, orang-orang ini mengritik, menghakimi, dan membagi Gereja yang menyebabkan perpecahan di dalam Gereja mereka. Mereka telah membagi tubuh Kristus. Mereka mengatakan, "ini bukan satu-satunya Gereja, mari kita pergi! Pendeta kita juga bukanlah satu-satunya pendeta! Mari kita tinggalkan Gereja ini dan mari kita membangun Gereja kita sendiri!.

Mereka telah membawa perselisihan, iri hati, cemburu dan pertempuran ke dalam Gereja dan telah membagi Gereja!.
Membagi Gereja sama seperti membelah TubuhKu! Banyak orang Kristen yang menjadi budak setan. Mereka menghakimi, mengutuk, menganiaya, memfitnah, iri hati, dan cemburu. Ini bukan pekerjaan atau manifestasi dari Roh Kudus! Tindakan ini adalah pekerjaan setan. Orang-orang Kristen telah menjadi budak setan. Orang-orang ini melayani setan dengan memisahkan Gereja. Mereka sekarang menerima siksaan dan hukuman dengan cara yang sama seperti yang mereka telah lakukan, membagi tubuh Kristus.

Gereja bukanlah tempat bagimu untuk melawan atau bersikeras memaksa ide-ide atau pikiran seseorang. Gereja adalah tempat di mana semua orang datang dengan rendah hati untuk berdoa, menyembah, melayani, mengasihi, menjaga perdamaian, dan saling membangun. Kamu harus membangun pendeta dan pendeta harus membangun umatnya. Kamu harus mewujudkan surga kecil dalam gereja.

Pendeta, penginjil, asisten pendeta, diaken, majelis dan penatua harus belajar untuk mengambil tanggung jawab dan mengklaim bahwa itu adalah kesalahan mereka. Ketika kita merendahkan diri dan bertanggung jawab, maka setan akan lari dan Roh Kudus akan terwujud dan bekerja di antara kamu. Dia akan memulihkan, memberkati, dan memecahkan semua masalahmu dalam kebenaran di tengah-tengah kedamaian."

Galatia 5:19-21  Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.


SURGA



Sebelum Yesus membawa saya ke surga, Dia meminta saya untuk bertobat supaya dibersihkan. Kemudian roh saya akan terbang dan melewati langit, bintang, ruang dan kemudian di luar ruang. Saya telah mencapai surga. Ketika saya tiba di depan gerbang surgawi, gerbang itu mulai membuka dengan sendirinya. Di dalam pintu gerbang, seorang malaikat yang sangat besar menyambut saya. Saya kemudian melihat semua jalan-jalan yang terbuat dari emas bersinar terang. Saya kemudian berdiri di depan takhta-Nya. Tapi saya tidak dapat melihat-Nya karena Dia begitu terang seperti api yang berkobar. Saya kemudian mendengar suara-Nya yang seperti gemuruh.

Saya mulai dengan mengajukan pertanyaan tentang seorang pendeta tertentu di Korea. Yesus berkata, "Dia adalah hamba-Ku yang setia. Spiritualnya murni. Dia memiliki kasih yang besar bagi jiwa-jiwa."

Yesus berkata bahwa Dia sangat senang dengan pendeta ini yang memiliki kasih yang besar bagi jiwa-jiwa. Rumah masa depan untuknya di surga terletak di surga ketiga. Pendeta ini telah mendapat upah yang besar di surga yang termasuk bangunan tinggi yang tampak seperti rumah lain. Ia melayani banyak jiwa dengan kasih Tuhan dan telah menyebabkan banyak orang menerima keselamatan.

Yesus berkata, "Yerusalem Baru adalah seperti rumah putih. Semua misteri yang belum terpecahkan Alkitab berada di Yerusalem Baru "Lalu Yesus membawa saya ke sebuah meja emas yang besar.. Di meja terdapat empat kitab, yaitu : Alkitab, kitab perbuatan (catatan dosa yang kita buat), kitab upah, dan kitab kehidupan.

Wahyu 20:12  Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.

Lalu Yesus mengambil Alkitab dengan tangan-Nya dan berkata, "Alkitab yang Aku berikan kepadamu tidak ada perkataan yang kurang sedikit pun bagi mereka  yang telah diselamatkan. Karena kamu masih berada dalam tubuh yang fana, maka ada batas-batas bagi mereka untuk menafsirkan semua rahasia dan memiliki definisi / pengertian kitab suci yang tepat. Oleh karena itu, jangan bertengkar dalam menafsirkan dan mengartikan perkataan Alkitab. Ketika kamu datang ke surga, semua rahasia dan makna Alkitab akan terpecahkan"

Allah berkata bahwa jika kita memiliki pertanyaan, kita harus meminta tuntunan Roh Kudus di dalam doa. Kemudian Dia akan menunjukkan kepada kita, menjawab kita, dan berbicara kepada kita. Tuhan mengatakan bahwa kita tidak harus membuka mulut kita untuk berbuat dosa. Lalu Ia memegang sebuah kitab berikutnya, itu adalah kitab perbuatan. Ketika Ia membuka halaman pertama, halaman menggulir ke bawah. Itu sangat panjang. Bagian pertama dari halaman dimulai dengan nama seseorang, ulang tahun mereka, dan alamat rumah dan sebagainya.

Kitab ini terdiri dari perbuatan tertulis dari seseorang sejak lahir mereka sampai akhir kematian mereka. Setiap dosa, tepatnya tanggal, jam, menit dan detik apakah itu menilai, mengutuk, berkelahi, mencuri, minum minuman beralkohol, korupsi, nafsu percabulan, perzinahan, tidak memberi persepuluhan, dan sebagainya dicatat terus sampai ke bawah. Setiap dosa apa saja dicatat dalam kitab tersebut. Tapi aku melihat ada kekosongan di sana-sini seolah-olah itu telah terhapus. Jadi saya bertanya, "Tuhan, mengapa area ini kosong disana sini? Apakah ini dihapus? "

Lalu Yesus menjawab, "Akulah Allah yang meghapuskan dosa-dosa mereka jika mereka bertobat. Setiap kali seseorang bertobat dan mencuci diri dengan darah-Ku, maka Aku akan benar-benar melupakannya. Dosa-dosa itu akan dihapus."



Allah telah mengungkapkan kepada saya bahwa begitu banyak dari kita telah menumpuk dosa-dosa tanpa pertobatan setiap hari. Bukankah kita mencuci pakaian kita? Kita mencuci wajah dan tubuh kita setiap hari? Kita menyikat gigi setiap hari? Tuhan bertanya mengapa umat-Nya tidak mencuci diri dengan darah-Nya ketika Ia telah memberi kita semua yang kita butuhkan. Dia telah memberi kita kasih karunia untuk bertobat.

Allah berkata bahwa banyak orang berakhir di neraka karena mereka tidak merasakan penyesalan untuk bertobat. Tidak peduli apakah orang itu adalah seorang pembunuh, pezinah, atau telah melakukan suatu dosa lainnya. Jika seseorang bertobat dalam nama Yesus, maka Allah akan mengampuninya.  (tentu saja pertobatan yang tulus).

1 Yohanes 1:9  Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Yesaya 55:7  Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.

Allah telah mengatakan kepada saya bahwa jika kita tidak bertobat dan membersihkan dosa-dosa kita yang menumpuk, maka Dia tidak akan dapat membantu kita. Dosa-dosa itu akan memblokir dan menjadi penghalang antara Allah dan kita. Kita harus bertobat setiap hari dan menjalani kehidupan yang kudus untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Kita harus berubah. Hidup kita harus berbuah. Saat kita dilahirkan kembali, kita tidak lagi melayani setan. Guru kita telah berubah menjadi Yesus Kristus. Yesus bahkan tidak ingin satu jiwapun binasa. Bahkan setelah mendapatkan semua kekayaan di dunia ini, jika kita kehilangan jiwa kita, itu adalah sia-sia. Kita harus memiliki karakter Kristus dan benar-benar meninggalkan dosa.

Matius 16:26  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Sumber: Dari sini.
Diterjemahkan oleh : Mira Agustina

Sabtu, 13 Oktober 2012

BERHENTI 'menggoda' melalui internet / Facebook

Saya mengunjungi Gereja Tuhan, dan saya melihat posting ini. Saya ingin membagikannya. TUHAN bahkan telah memberitahu Philipa, dan kedua kakaknya tentang hal ini beberapa minggu yang lalu.
 
Saya harap Anda menahan diri dari Facebook. SEPERTI YANG ALKITAB KATAKAN DALAM 1 KORINTUS 10:23 "SEGALA SESUATU DIPERBOLEHKAN(DIIJINKAN){DAN KITA BEBAS MELAKUKAN APA YANG KITA MAU}." BENAR, TETAPI BUKAN SEGALA SESUATU BERGUNA(BERGUNA SEKALI, MENGUNTUNGKAN DAN BERMANFAAT). "SEGALA SESUATU DIPERBOLEHKAN." BENAR, TETAPI BUKAN SEGALA SESUATU MEMBANGUN (MENGACU KEPADA KARAKTER DAN KEHIDUPAN ROHANI).

Ini dia:
Diposting oleh BornofGodtoOverCome pada tanggal 26 Juli 2011 pukul 04:25 pagi
"Dengarlah TeriakanKU! AKU ingin berbicara kepada kalian, Anak-anakKU dan kalian harus mendengarkan dengan seksama! HatiKU pecah berkeping-keping! Mengapa kalian tidak bisa melihat DOSA dalam diri kalian?! Mengapa kalian tidak melihat itu? Mata kalian melihat hal-hal kotor. Telinga kalian mendengarkan hal-hal kotor Mengapa kalian tidak melihat itu? Mengapa kalian lupa?

Anak-anakKU, HatiKU sedih karena begitu banyak dari kalian melalui internet, kalian menggoda(bermain-main). Kalian menggoda(bermain-main)! Kalian bermain-main dengan dunia melalui internet. Lihatlah diri kalian. Lihatlah gambar kalian! Lihatlah diri kalian! Kalian menggoda. Apakah kalian tidak melihatnya? Apakah kalian tidak melihatnya? Apakah kalian tidak melihat dengan siapa kalian bermain-main?

Banyak dari kalian AnakKU, banyak dari kalian yang sudah mem-postingnya, banyak dari kalian yang sudah mem-posting gambar untuk menggoda orang lain. Kalian telah mempostingnya untuk dipuji! Untuk dipuji! Untuk disanjung! Lihatlah gambar kalian! Lihatlah album kalian! AKU melihat begitu banyak dari kalian menggoda satu sama lain, menggoda dunia, menggoda pria atau wanita dan kalian ingin dipuji dengan gambar kalian.

Bagaimana bisa kalian tidak melihatnya? Bagaimana bisa kalian tidak melihatnya? Lihatlah gambar kalian! AKU tidak bisa membiarkan ini lagi. Mengapa kalian menempatkan gambar tersebut? Mengapa kalian ingin disanjung? Mengapa kalian ingin dipuji? Itu hanyalah tampang saja!

AKU TELAH MEMBERIKAN KALIAN GAMBARANKU UNTUK MENGIKUTI JALANKU DAN UNTUK MENJAGA PERINTAH-PERINTAHKU UNTUK MEMULIAKAN AKU. KALIAN ADALAH GAMBARANKU. MENGAPA KALIAN INGIN MEMULIAKAN DIRI KALIAN SENDIRI? AKU SUDAH BERBICARA KEPADA KALIAN BEGITU BANYAK MENGENAI BAGAIMANA ANAKKU MENGAMBIL KEMULIAANKU! TIDAK BISAKAH ENGKAU MENYADARINYA, ITU BISA SAJA ENGKAU? TIDAK BISAKAH KALIAN MENYADARINYA, BISA SAJA KALIAN YANG MENCURI KEMULIAANKU?

AKU INGIN KALIAN PERGI MENUJU KE ALBUM KALIAN DAN AMBIL SEMUA GAMBAR YANG MEMILIKI POSE YANG MENGGODA. AMBIL GAMBAR-GAMBAR KALIAN YANG MANA INGIN DIPUJI DAN GAMBAR YANG BERGAYA! AMBILLAH GAMBAR-GAMBAR YANG MENUNJUKKAN BETAPA BAIKNYA KALIAN DILIHAT! AKU INGIN KALIAN UNTUK MENGAMBIL FORO ITU. APAKAH KALIAN TIDAK TAHU? KALIAN MENGGODA DIRI KALIAN SENDIRI. KALIAN MENGGODA ORANG LAIN! KALIAN JATUH KE DALAM DOSA. KALIAN MEMBUAT YANG LAINNYA TERSANDUNG KE KE DALAM DOSA! APAKAH KALIAN BERPIKIR AKU AKAN MENGIZINKAN HAL INI? APAKAH KALIAN BERPIKIR AKU AKAN MENGAMPUNI DOSA SEPERTI INI? ITU BUKANLAH DOSA YANG KECIL! MENGAPA KALIAN TIDAK MELIHAT? MENGAPA KALIAN TIDAK MELIHAT BAHWA KALIAN TELAH BERDOSA! TENTUKANLAH PILIHAN ANAKKU. AKU TELAH MEMILIH UNTUK PERGI MENUJU SALIB! AKU SUDAH MENENTUKAN PILIHANKU UNTUK MENGASIHI KALIAN! TELAH MENENTUKAN PILIHANKU UNTUK DISALIBKAN DISAAT AKU BISA MEMANGIL MALAIKAT UNTUK MENYELAMATKANKU! AKU MENGAMBIL TEMPATKU UNTUK MENYELAMATKAN KALIAN. KALIAN TELAH DISELAMATKAN. ANUGERAHKU TELAH DIBERIKAN KEPADA KALIAN UNTUK MEMBUAT SEGALA SESUATUNYA MENJADI BENAR ANAKKU. MENGAPA KALIAN MENGGODA ORANG LAIN. MENGAPA MENGGODA ORANG LAIN KE DALAM DOSA. MENGAPA KALIAN BERMAIN-MAIN DENGAN TV? MENGAPA KALIAN BERMAIN-MAIN DENGAN DUNIA? MENGAPA KALIAN MELAKUKAN ITU? AKU MENGASIHI KALIAN! MENGAPA KALIAN MELAKUKAN ITU? MENGAPA ANAKKU? OH AKU TELAH MEMBERIKAN KEPADA KALIAN, SEMUA YANG HARUS AKU BERIKAN. OH AKU TELAH MEMBERIKAN KEPADA KALIAN, SEMUA YANG HARUS AKU BERIKAN, YA, YA, DAN KALIAN TELAH MEMILIH UNTUK BERDOSA. KALIAN TELAH MEMILIH UNTUK BERDOSA. AKU SEDIH! AKU SEDIH!

WAKTUNYA UNTUK MENYESAL! WAKTUNYA UNTUK DATANG KEPADAKU DENGAN HATI YANG HANCUR. MENYESALLAH ANAKKU. AKU AKAN MENCURAHKAN ROH PERTOBATAN. BERSERULAH UNTUK MENYESAL. KALIAN INGIN MENJADI SEMPURNA? PANGGIL AKU UNTUK MENJADIKAN KALIAN KUDUS. AKU TELAH MEMANGGIL KALIAN KELUAR DARI DOSA. AKU TELAH MEMANGGIL KALIAN KELUAR DARI DOSA. TOLONG, TENTUKAN PILIHAN SEKARANG, SEKARANG SEKARANG. AKU MENGASIHI KALIAN! AKU MENGASIHI KALIAN! AKU TELAH MEMBERIKAN KEPADA KALIAN SEGALA SESUATUNYA! "

Demikianlah firman TUHAN:

YOOJIN KIM

23 Juli 2011, pukul 13:28

2 Timotius 3:2  Manusia akan mencintai dirinya sendiridan menjadi hamba uang.Mereka akan membual dan menyombongkan diri,mereka akan menjadi pemfitnah(menghina, mengejek),mereka akan berontak terhadap orang tuadan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,

Kamis, 11 Oktober 2012

Mujizat Penyembuhan dan Undangan Ilahi ke Surga

Oleh Brani Duyon
Pengenalan: Di bulan Mei tahun 2006, seorang pelayan Tuhan dibawa ke surga untuk bertemu dengan Tuhan Yesus dan menerima 6 pesan. Brani Duyon Efendie, 52 tahun, seorang dari dusun. Dia melayani di Gereja Borneo Evangelis, Kota Belud, Sabah( di Malaysia Timur) sebagai seorang penatua gereja. Sebelumnya dia melayani sebagai pendeta di Melangkap Baru, Kota Belud, dan kemudian menjadi pemimpin gereja di SIB Bayayat dari tahun 2005-2006. Tanggal 21 April 2006, saya dan istri pergi ke Malaysia Barat untuk menghadiri pernikahan anak laki-laki kami. Sayangnya setelah satu minggu, saya terkena serangan stroke mendadak. Dengan segera saya dibawa ke unit perawatan medis di Universitas Malaysia dimana dokter memeriksa keadaan saya. Dia berkata kepada saya bahwa ada sel-sel yang pecah di otak saya dan saya harus segera dioperasi. Saya koma selama 1 minggu setelah operasi dan menjalani perawatan intensif selama lebih dari 1 bulan.

Ada banyak pelayan Tuhan yang datang untuk membesuk dan berdoa untuk saya, termasuk mantan President SIB Sabah- Pendeta Taipin Melidoi, asistennya- Pendeta Datuk Arun Selatan, dan juga Pendeta Michael. Satu kali saya berimimpi ada hujan lebat yang turun atas saya. Saya menafsirkan mimpi ini sebagai jawaban-jawaban untuk para pendeta yang telah mendoakan kesembuhan saya. Puji Tuhan, dengan kekuatanNya saya sembuh lebih cepat dari yang diperkirakan. Di tengah malam, yaitu di minggu ketiga bulan Mei 2006, saya merasa sangat aneh, saya tidak bisa tidur, sementara pasien yang lain telah tertidur amat lelap. Selama itu, di pikiran saya hanya ada Yesus. Saya teringat dalam kitab Yesaya 43:26 “Ingatkanlah Aku, marilah kita berperkara, kemukakanlah segala sesuatu, supaya engkau nyata benar!” Saya tetap memikirkan kata-kata ini karena saya mau memfokuskan pikiran saya hanya kepada Tuhan Yesus. Saya merasa hadirat Tuhan yang kuat saat itu.

Lalu saya mulai berdoa dalam roh. Setelah berdoa, saya mencoba untuk tidur namun saya tidak bisa. Lalu saya berbaring kembali di ranjang. Tiba-tiba saya merasa ada seseorang yang menyentuh punggung dan membelai kepala saya. Ini terjadi beberapa saat. Saya merasakan sesuatu yang luar biasa mengalir ke dalam tubuh saya. Saya percaya itu adalah cinta Bapa untuk anakNya. Saya bertanya-tanya siapa orang itu. Saat saya memalingkan muka untuk melihat dia, saya terkejut bahwa dia adalah seorang pria muda yang tampan, berpenampilan baik, tubuhnya tinggi dengan rambutnya sampai ke leher. Dan dia memakai jubah putih. Saya bertanya padanya, “apakah kau Tuhan yang sedang aku pikirkan?” Dia hanya menggelengkan kepalanya. Lalu saya bertanya lagi, “jika bukan lalu siapakah engkau?” Pada akhirnya dia mulai berkata pada saya”Aku adalah pembawa pesan dari surga. Yesus menyuruhku datang padamu untuk membawa kabar baik”.

Sekarang saya sadar bahwa dia adalah Malaikat Tuhan, lalu saya bertanya padanya, “kabar baik apa yang kau hendak katakan pada saya?” Dia membalas,“malam ini kau akan pergi ke Surga.” Dengan segera saya merasa tenang dan damai walaupun tubuh saya sedang sakit. Saya merasa saya tidak merasakan sakit apapun. Saya telah disembuhkan dari penyakit saat Malaikat Tuhan berkata bahwa saya akan pergi ke surga. Lalu saya berkata pada Malaikat itu,“saya siap untuk mengikut engkau ke surga. Saya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Tuhan.”
Sementara kami sedang berjalan saya melihat tubuh jasmani saya tertinggal di atas ranjang. Setelah kami berjalan keluar dari rumah sakit, saya melihat seekor kuda yang luar biasa besar dan tinggi. “kita akan mengendarai kuda ini,” kata Malaikat. Malaikat membantuku menaiki kuda itu, berhubung kuda itu sangat tinggi. Lalu saya bertanya pada Malaikat itu, “apakah kita dapar pergi ke surga dengan mengendari kuda ini?” Lalu dia meyakinkan saya, “tentu saja, jangan takut dan khawatir. Sudahkah kau membaca Firman Tuhan tentang Elia yang terangkat ke surga oleh Allah?” Saya berkata padanya “ya, saya sudah membaca itu sebelumnya. Kendaraan yang membawanya ke surga adalah sebuah kereta yang berapi ditarik dengan kuda-kuda api.” “itu benar, dan ini adalah salah satu kuda dari kuda-kuda itu yang akan kita kendarai sekarang,” ujar Malaikat itu.

Mulanya kami pergi dengan lambat, tapi kira-kira setelah 100 meter kuda mempercepat kecepatannya ke kecepatan yang sangat tinggi dan saya merasa seperti diterpa oleh badai. Lalu saya melihat kuda tersebut melayang terbang. Kami melewati gunung-gunung dengan mudahnya, melayang terbang dengan kekuatan Allah. Lalu kami mencapai sebuah padang rumput hijau yang sangat besar-sangat menakjubkan, tanpa ada satupun rumput yang kering. (Mazmur 23:2 “Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbingku ke air yang tenang”). Setelah kuda itu berhenti, kami turun dan mulai berjalan. Saya dapat melihat Kerajaan Allah tepat di depan mata saya. Sementara kami sedang berjalan di atas padang, saya mendengar bel berbunyi. Lalu saya bertanya pada Malaikat ”mengapa bel itu berbunyi?” Dia berkata “bel itu adalah tanda bahwa ada seseorang yang datang.” Kami melanjutkan perjalanan ke ujung padang, sementara bel masih berbunyi, saya melihat seekor kuda yang sangat cantik, di atasnya ada seberkas cahaya merah, seperti lampu lalu lintas. Di cahaya itu saya melihat nomor “51”. Saya bertanya pada Malaikat apa arti nomor itu. Dia berkata,“berapa umurmu sekarang?” saya berumur 51 tahun saat ini. “nomor itu adalah umurmu, jadi itu adalah nomor kudamu juga,” kata Malaikat itu. Saya merasa sangat senang dan damai melihat apa yang Allah telah siapkan untuk saya di surga. Saya melihat banyak rumah yang sudah disiapkan oleh Yesus untuk anak-anakNya yang percaya dan mengikut Dia. Kami melanjutkan perjalanan ke sebuah rumah yang luar biasa besar, dengan banyak orang di dalamnya. Saya percaya mereka adalah orang –orang kudus yang Allah telah pilih. Mereka sedang memuji Allah. Saya melihat Yesus sedang duduk di atas tahtaNya sementara semua orang sedang memuji dan menyembahNya. Mereka memuji Dia dengan segenap hati, menari, mengangkat tangan mereka, dan berlutut. Di lubuk hati saya berkata, “Jika saja orang-orang di bumi memuji dan menyembahNya seperti ini, Allah pasti sangat senang”

Saya melihat banyak orang-orang menangis sambil memuji Allah. Yesus tersenyum menyaksikan betapa setianya mereka menyembah Allah. Mereka mengangat tangan kearah Yesus dan Yesus memberkati mereka semua. Setelah selesai, Yesus berjalan di antara mereka dan menghapuskan air mata mereka. Lalu saya teringat ayat di kitab Wahyu, “dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita," Malaikat itu membawa saya pada Yesus. Malaikat berbicara pada Yesus, “Tuhan, inilah anak yang telah Kau pilih untuk datang kesini.” Lalu Yesus berkata pada saya, “Bagus! AnakKu kau telah datang hari ini.” Lalu Yesus memeluk saya dan itu membuat saya sangat bahagia dan damai hingga membuat saya menangis. Jiwa saya bersorak gembira sebab Yesus sendirilah yang memeluk saya. Lalu Malaikat itu berkata, “Tuhan, aku pergi ke rumahnya di bumi saat dia sedang sakit, namun sekarang dia menjadi lebih baik.” Yesus membalas, “Ya, Aku mendengar dan melihat apa yang terjadi padanya.” Lalu Malaikat itu melanjutkan, “selama itu, aku mendengar istrinya berdoa mengharapkan pertolonganMu. Dia berdoa: “Tuhan, tolong kami, tolong jangan ambil dia sekarang karena kami belum siap dia pergi meninggalkan kami.” “Itulah doanya, Tuhan.” Lalu Yesus berkata, “Aku tahu segalanya. Istrinya adalah seorang yang takut akan Tuhan. Dia setia padaKu dan rajin berdoa.” Lalu jiwaku menangis kembali memikirkan kesetiaan istriku pada Allah. Lalu Tuhan berbicara pada saya, “anakKu, kau akan kembali ke bumi, karena ini bukan saatnya bagimu untuk berada di sini. Ada banyak pekerjaan untukmu saat kau kembali ke sana. Kau akan sangat sibuk melayani Aku.” Lalu saya membalas, “Tuhan, tolong jangan memintaku untuk kembali, karena saya sangat bahagia bersamaMu di sini. Saya bahagia dekat denganMu, Tuhan. Tolong, saya tidak mau kembali.” Dari wajahNya, saya tahu bahwa Yesus menjadi kecewa. Lalu saya memohon pengampunan padaNya karena telah mengecewakan Dia. Saya berkata, “Tuhan, saya siap kembali ke bumi tapi tolong saya Tuhan, berikan saya kekuatan, dan jagalah saya kemanapun saya pergi. Sertai saya Tuhan.” Lalu Yesus berkata, ”ya, jangan khawatir, kemanapun kau pergi melayani Aku, Aku akan selalu bersama denganmu.”

Yesus mempunyai beberapa pesan untuk saya bawa ke bumi. Dia ingin saya menyampaikan pesan-pesan ini kepada anak-anak Allah di bumi. “Pesan-pesan ini sangat penting untuk mereka ketahui”, kata Yesus. Saya diberitahu bahwa saya akan sangat sibuk menyampaikan pesan-pesan ini. Yesus juga ingin saya berbagi pengalaman Surgawi saya kepada semua anak-anak Allah sehingga mereka akan diberkati dan memperbaharui kekuatan mereka dalam mengikut Dia. Yesus berkata pada saya, “saat kau kembali ke bumi katakan kepada anak-anakKu pesan-pesan ini” (ada enam pesan yang Yesus telah berikan kepada saya):

Pesan pertama: “katakan kepada anak-anakKu, mereka harus percaya kepadaKu dengan segenap hati, dengan segenap kekuatan dan dengan segenap pikiran mereka. Bagi mereka yang khawatir dan ragu-ragu tidak akan masuk ke dalam sini.” Kata Tuhan Yesus.

Pesan kedua: “katakan kepada anak-anakKu, mereka harus setia untuk datang beribadah ke Gereja, karena inilah waktu dimana Aku menyinari wajah mereka dan mereka akan mencari wajahKu. Aku akan sangat bahagia melihat anak-anakKu menyembah di Gereja,” kata Tuhan Yesus.

Pesan ketiga: “katakan kepada anak-anakKu, mereka harus setia berdoa, melakukan kehendakKu, dan hidup seturut FirmanKu,” kata Tuhan Yesus.

Pesan keempat: “Katakan kepada anak-anakKu, mereka harus taat memberi persepuluhan dan persembahan,” kata Tuhan Yesus (sementara Yesus sedang memberikan pesan ini, Dia berkata “AnakKu, lihatlah kesana” Dia menunjukkanku kuda-kuda yang cantik yang sudah siap untuk anak-anakNya. “AnakKu, kuda-kuda ini telah siap, Aku telah siapkan untuk semua anak-anakKu yang percaya dan taat kepadaKu.” Lalu Dia menjunjukkan saya kuda-kuda yang tidak komplit. Saya bertanya, “Tuhan, mengapa kuda-kuda ini belum komplit?” Lalu Yesus berkata, “AnakKu, kuda-kuda ini milik anak-anakKu yang tidak dengan rela memberikan persepuluhan dan persembahan. Kuda-kuda ini akan siap dan komplit setelah anak-anakKu memberikan lebih persepuluhan dan persembahan di rumahKu.”

Pesan kelima: Katakan kepada anak-anakKu, mereka harus menempatkan semua perbendaharaan mereka di dalam doa kepadaKu untuk perlindungan dan berkat selagi mereka masih di bumi, sehingga saat aku datang kembali ke bumi untuk yang kedua kalinya, mereka tidak akan terikat dengan kekayaan duniawi. Ingatlah kisah akan istri Lot,” kata Tuhan Yesus.

Pesan keenam: “katakan kepada anak-anakKu, mereka harus siap dan waspada, karena aku akan datang segera. Lebih cepat dari yang orang-orang perkirakan!” kata Tuhan Yesus, (Kedatangan Yesus tidak diketahui tetapi pengangkatan sudah pasti akan terjadi. Tuhan Yesus akan datang segera!!!)

Sementara Yesus sedang berbicara kepada saya tentang pesan yang keenam, Dia menunjukkan saya langit, langitnya bersih dan tak berawan. Saya melihat Yesus membuka tanganNya ke bumi dan Dia berkata, “Aku siap menjemput anak-anakKu.” Lalu saya melihat banyak orang-orang berpakaian jubah putih terbang melayang di langit untuk bertemu Yesus. Mereka semua berkumpul di sebelah kiri dan kanan Yesus. Banyak orang yang percaya Yesus terangkat. Terlebih lagi, saya melihat banyak anggota keluarga sedang terangkat. Saya dapat melihat suami dan isteri dengan anak-anak mereka terbang melayang kearah Yesus. Saya merasa damai melihat penglihatan ini. Lalu Yesus berkata,“lihatlah ke bawah”. Yesus lalu menunjukkan saya situasi di bumi, dan itu sangat kacau balau. Tidak ada kedamaian di bumi pada saat itu. Saya melihat orang-orang berlarian ke segala tempat dan berteriak-teriak. Orang tua mencari anak-anaknya dan orang-orang muda mencari orang tua mereka. Lalu Yesus menunjukkan pada saya Gereja di kota kelahiran saya. Saya merasa amat sedih karena ada beberapa orang yang tertinggal. Lalu Yesus berkata pada saya. “setialah kepadaKu. Kau harus menyampaikan hal-hal yang telah kau lihat dan telah kau dengar kepada anak-anakKu di bumi.” Lalu Malaikat membawa saya ke bumi dengan kuda yang kami naiki sebelumnya. Kami pergi ke bumi dengan sangat cepat. Lalu Malaikat membawa saya kembali ke rumah sakit. Sementara saya sedang melihat tubuh jasmani saya, roh saya seketika kembali ke dalamnya. Saya melihat bahwa tubuh saya sudah pulih total dari penyakit. Puji Tuhan karena kuasaNya! Saya ingat saat saya berada di surga tubuh saya terlihat seperti saat saya masih muda. Inilah kesaksian saya tentang perjumpaan dengan Tuhan Yesus di surga.

Rabu, 01 Agustus 2012

MENGUSIR SETAN KARENA KEPEPET


Pada suatu khotbah bpk Yusak Cipto beliau menceritakan sebuah kesaksian dari sepasang suami istri yg lucu tapi menegangkan sbb:

Pada suatu hari ada suami istri datang kerumah saya jam 11.00 malam yg menemui adalah istri saya sebab saya sudah tidur. "Jam 8-9 malam saya sudah tidur, jadi kalau telpon jangan malam-malam" demikian kata pak Yusak, sebab saya tukang tidur, jam 3 pagi Tuhan bilang bangun sembahyang, saya nurut saja tapi tidurnya sore, kalau ngantuk nanti rugi kehilangan Tuhan.

Pada jam 11 malam tamunya menekan bel rumah "teet .. teet .. teet", "Ah biarin dah" kata pak Yusak tapi istri pak Yusak yg bingung "Nanti belnya terbakar sebab dipencet terus". Lalu pak Yusak keluar sambil ngantuk, dari jauh pak Yusak teriak "Ada apa?", "Tolongin saya pak" kata tamunya, setelah dipersilahkan masuk rumah tamunya berkata "Tolongin pak, pembantu kami kerasukan setan, mau membunuh kami", dalam hati pak Yusak "Wah mateng, wong ngantuk disuruh ngusir setan, gawat ini".

Lalu pak Yusak berdoa "Tuhan terus terang aku ngantuk, apakah Tuhan mengutus saya pergi atau orang lain ?" Tuhan menjawab "Suruh dia sendiri", "Oh kebeneran" kata pak Yusak, lalu dia berkata pada tamunya "Lakukan sendiri", langsung mata tamunya bundar (melotot), pak Yusak bertanya kepada jemaat "Yg bundar yg perempuan atau yg laki ?", ada jemaat yg menjawab "Yg perempuan", tamunya langsung menjawab "Kalau aku bisa aku tidak cari kamu", kata pak Yusak "Tuhan berbicara padaku, kamu lakukan sendiri pasti bisa", kata tamunya "Pak Yusak ini pendeta tho ?", jawab pak Yusak "Tidak, tapi hamba Tuhan, bukan pendeta".

Memang kalau pendeta tidak boleh begitu, pendeta itu gembala, gembala itu harus lembut, jam 12 malam dipanggilpun tidak boleh menolak, saya penginjil jadi nolak tidak apa-apa, tamunya ngotot "Kalau saya bisa ..." dipotong oleh pak Yusak "Kalau Tuhan ngomong kamu bisa, pasti bisa, pulanglah" tamunya berkata "Jahat", pak Yusak berpikir "Saya tidak punya jemaat, saya tidak takut kehilangan jemaat.

Pada akhirnya tamunya terpaksa pulang sambil mengomel "Katanya hamba Tuhan, tidak punya kasih" jawab pak Yusak "Pulang pulang pulang, praktek praktek praktek" lalu pintu ditutup dan tidur. Istri pak Yusak bertanya "Siapa yang?", "Itu pembantunya tamu kerasukan, saya disuruh ngusir setan tapi Tuhan bilang dia bisa maka saya suruh pulang" jawab pak Yusak.

Setelah tamu itu sampai di rumahnya, mereka tidak mau praktek, sebab jengkel dg perlakuan pak Yusak , mereka masuk kamar tidur, tapi tidak bisa tidur, karena marah sambil telinganya mendengar pembantunya ribut mendobrak pintu kamar tidurnya, braaak ... brakkk, pintunya ditendangi terus, kata istri "Pa itu piye (bagaimana) ?" jawab suaminya "Lha piye, tadi pak Yusak mengatakan supaya praktek tapi piye, kata Tuhan pasti bisa, tapi piye ?" ketika pasutri tsb saling bertanya piye-piye berulang-ulang pintu kamar pembantunya jebol, "Lho pa pintunya jebol pa" teriak istri, sebentar kemudian pintu kamar pasutri itu yg ditendangi oleh pembantunya, padahal pembantunya perempuan tapi pintu kamar bisa jebol, pembantu perempuan itu membawa parang (pedang), parang yg panjang, yg sudah siap diayunkan ke suami istri tsb.

Pak Yusak bertanya kepada jemaat "Yg mau dibunuh duluan yg mana ?" Ada jemaat yg menjawab "Istri, sebab paling cerewet", benar saudara parang diayunkan ke istri dulu, suaminya tidak berani membela sebab pembantunya terlihat begitu beringas. Pada saat terakhir, waktu parang hendak diayunkan, si istri yg kepepet tsb berseru sambil menunjuk ke pembantunya "Dalam nama Yesus ..." belum selesai dia berseru pembantunya sudah jatuh ke lantai, gedebuk..., si istri kaget campur heran "Lho kok bisa ya ?" suaminya menambahkan "Lho ma, bisa lho".

Markus 16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku,

Kita punya kuasa tapi tidak pernah dilakukan sebab dikuasai rasa takut, kalau takut berarti kasihmu tidak sempurna, berarti ketaatanmu tidak sempurna, karena kasih itu adalah melakukan perintah Tuhan.

Setelah itu kata suami "Ayo kita doakan lagi supaya bangkit", setelah bangun pembantunya bertanya "Lho nyah, aku kok dikamar ?", jawab istri "Iya kamu tadi bawa parang mau membunuh saya" jawab pembantu "Masak ? saya tidak bermaksud apa-apa" sambil berjalan keluar kamar untuk tidur dan tidak terjadi apa-apa lagi sampai pagi.

Keesokan harinya pasutri ini datang ke rumah pak Yusak lagi, begitu menekan bel pintu "teet ...", pak Yusak melihat sambil bergumam "Wah nyonya itu lagi, gawat ini, setannya belum keluar nih", setelah pintu dibuka ternyata lain keadaannya, kemarin bundar matanya, sekarang sambil menunduk si istri tamu berkata "Maaf pak, minta ampun pak, saya sudah bisa pak" jawab pak Yusak "Tapi kepepet kan ?".

Pak Yusak bertanya pada jemaat "Jadi kamu mau dipepet-pepet atau tidak ?". Kalau saudara sedang tidak ada masalah, disitu saudara harus melekat pada Tuhan, sebab disitu saatnya ujian, itu saat yg paling berbahaya, saudara masuk dalam bahaya "terlena", saat itu saudara harus banyak membaca Alkitab, banyak berdoa, supaya saudara mempunyai bekal kekuatan, nanti pada waktu banjir masalah datang saudara bisa mengatasinya tanpa takut dan kuatir.

Tapi kalau saudara tidak sadar, lalu saudara terlena, nanti datang banjir besar masalah baru teriak-teriak, bayarannya mahal, susah mengatasinya. Karena itu mintalah hikmat Allah dan wahyu supaya kita mengenal Allah dengan benar, sebab kuasa itu sudah diberikan, kita tinggal ngomong.

Matius 10:1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.

Minggu, 29 Juli 2012

MUJIZAT NYANYIAN SEORANG KAKAK


Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennesse, USA. Seorang ibu muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang ke dua. Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael anaknya pertama yang baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang sekali akan punya adik.

Kerap kali ia menempelkan telinganya diperut ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi adiknya yang masih diperut ibunya itu. Nampaknya Michael amat sayang sama adiknya yang belum lahir itu. Tiba saatnya bagi Karen untuk melahirkan. Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen; bersiaplah jika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.

Karen dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara penguburan buat putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Lain halnya dengan kakaknya Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus!

"Mami, ... aku mau nyanyi buat adik kecil!" Ibunya kurang tanggap. "Mami, ... aku pengen nyanyi!" Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya. "Mami, ... aku kepengen nyanyi!" Ini berulang kali diminta Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael rengekan anak kecil. Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.

Baru ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik, setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya. Mumpung adiknya masih hidup! Ia dicegat oleh suster didepan pintu kamar ICU. Anak kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu. Tapi, suster.... suster tak mau tahu; ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk! Karen menatap tajam suster itu, lalu katanya: Suster, sebelum menyanyi buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi!

Mungkin ini yang terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya! Suster terdiam menatap Michael dan berkata, tapi tidak boleh lebih dari lima menit!.

Demikianlah kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya ... lalu dari mulutnya yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring "... You are my sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey ..." Ajaib! si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan sayang dari kakaknya.

You never know, dear, How much I love you. Please don't take my sunshine away. Denyut nadinya menjadi lebih teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan terus, ... terus Michael! teruskan sayang! ... bisik ibunya ... The other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands ... dan sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang. Pernapasannya lalu menjadi teratur ... I'll always love you and make you happy, if you will only stay the same ... Sang adik kelihatan begitu tenang ... sangat tenang.

Lagi sayang! bujuk ibunya sambil mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan ... adiknya kelihatan semakin tenang, relax dan damai ... lalu tertidur lelap.

Suster yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru saja ia saksikan sendiri.

Hari berikutnya, satu hari kemudian si adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga suaminya melihatnya sebagai Mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat luar biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.

Bagi sang adik, kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut kecil si Michael untuk mengatakan "How much I love you".

Dan ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil "Michael" untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada yang mustahil bagiNYA bila IA menghendaki terjadi.

CATATAN:
Kadang hal-hal yang menentukan, dalam diri orang lain ...
Datang dari seseorang yang kita anggap lemah ...
Hadir dari seseorang yang kita tidak pernah perhitungkan ...

Peace & Love

"Aku ditimpa kesesakan dan kesusahan, tetapi perintah-perintah-Mu menjadi kesukaanku." (Mazmur 119:143)

TUHAN YESUS Mengasihi, Memberkati & Menyertai Anda selalu.

Rabu, 25 Juli 2012

KESAKSIAN MARGARETA BERTEMU YESUS


Berawal pada tahun 2003, aku berangkat ke Singapura untuk memulai kerja pada majikanku. Aku mendapat libur 2 minggu sekali. Majikanku adalah orang kristen, mereka sangat baik. Mereka tidak pernah cerita tentang Kristus atau mengajakku ke gereja. Tapi kehidupan mereka membuat aku bangga dan aku merasakan kedamaian di dalam mereka.

Aku sebenarnya ingin tanya tentang kekristenan, tapi aku tidak berani hingga pada suatu malam aku berdoa. Aku hanya berdoa dalam keadaan duduk karena memang semenjak kerja di luar negeri tidak pernah sholat. Aku paling malas sholat, dalam doa aku berkata “Tuhan kuingin mencari jalan lurus dan jalan kebenaran". Saat itu juga aku merasa kedamaian itu datang. Hingga aku tiap malam berdoa dan menyebut nama Tuhan.

Pada suatu malam kira-kira jam 12 aku masih ingat belum tidur dan seperti biasa aku berdoa, tiba-tiba aku merasakan ada cahaya yang menerangiku dan ada sosok orang berjubah putih. Aku kira dia adalah seorang kyai. Dia mengulurkan tangan dan aku tidak ragu untuk ikut denganNya. Aku masih ingat di telapak tangannya ada lobang. Setelah itu aku merasakan kedamaian yang tidak bisa dibayangkan bahkan sampai sekarang aku masih ingat. Tapi aku belum tahu jawaban itu semua.

Beberapa minggu kemudian aku melihat sosok berjubah putih lagi dalam telapak tanganku. Aku merasa takut. Aku ingin tahu jawabannya. Aku memberanikan diri untuk cerita kepada majikan. Meskipun ada rasa takut jika mereka mengira aku gila. Aku tetap memberanikan diri untuk cerita.

Waktu aku cerita kepada majikan, mereka langsung berdoa, tapi aku tidak mengerti karena mereka menggunakan bahasa Inggris. Lalu aku diajak ke gereja. Aku senang sekali hingga beberapa bulan kemudian aku bilang kepada majikan kalau aku ingin dibaptis. Aku ingin tahu tentang kekristenan karena sebelumnya aku merasa tidak pernah menemukan Tuhan. Aku hidup penuh dengan dosa masa laluku. Aku merasa tidak ada harapan karena dosa-dosa yang telah kulakukan. Semua bentuk dosa seperti narkoba dan sex bebas. Aku tidak pernah beramal dan malas sholat. Yang ada dalam pikiranku adalah bahwa tempatku di neraka.

Aku sangat bersyukur karena Tuhan Yesus mengasihiku. Kini aku telah terima Dia sebagai Juru Selamat. Pada tahun 2005 aku minta dibaptis.

Ketika masih di Singapura aku menelepon keluarga. Mereka tidak terima bahkan menanyakan kepadaku sudah dibayar berapa kok sampai pindah agama. Yang paling mengejutkan adalah kakak tidak mengijinkanku untuk pulang dengan alasan membuat aib keluarga. Oleh sebab itu aku betah di Singapura sampai 5 tahun.

Sebenarnya aku tidak mau pulang. Tetapi majikan menasehatiku bahwa di dalam kristen mengajarkan berilah pipi kananmu jika pipi kirimu ditampar. Dengan berat hati aku pulang dalam keadaan was-was. Sesampai di rumah semua menjadi sangat berbeda. Tetanggaku memanggilku kafir. Tapi aku percaya Tuhan Yesus menyertaiku. Aku hanya bisa menangis di saat aku menerima semua cobaan. Aku tahu penderitaanku tidak ada apa-apanya dibanding penderitaan Tuhan Yesus.

Aku sekarang tinggal di Hongkong. Aku bersyukur Yesus sungguh luar biasa berkarya dalam hidupku. Aku berharap mungkin hidupku akan lebih baik dan makin diberkati. Di saat aku tidak setia, Tuhan langsung menegorku. Aku merasa Tuhan begitu dekat, baik dalam keadaan senang maupun susah.

Ini ayat Firman Tuhan yang sangat kusukai:

Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan (Petrus 2:2)

Semoga kesaksian ini dapat menjadi berkat bagi saudara-saudaraku semua.

(Margareta, Hongkong Mei 2011)

From: Indriatmo Atmo [mailto:Indriatmo_Atmo@mki.panasonic.co.id]

Kamis, 05 Juli 2012

Kesaksian Pada Kerusuhan Mei 1998

Para penjarah pd kerusuhan mei 98

Kesaksian ini dibagi menjadi 3 bagian:

1. 12 Mei 1998
Penginjilan kepada nenek, di saat-saat terakhir sebelum beliau meninggal dunia.
2. 13 Mei 1998
Tangan Tuhan yang menyertai pada awal kerusuhan.
3. 14 Mei 1998
Tuhan menyertai saat evakuasi korban kerusuhan.

1. 12 Mei 1998
Penginjilan kepada nenek, di saat-saat terakhir sebelum beliau meninggal dunia.
Nenek istri saya sedang dirawat di R.S. Sumber Waras, Grogol, karena menderita penyakit paru-paru. Ketika ada berita bahwa beliau koma, saya segera menuju ke sana sekitar pk.18.00. Setiba di rumah sakit, saya melihat ada kerumunan orang di UGD (Unit Gawat Darurat). Saya terus menuju ruang perawatan dan menemui beliau yang nafasnya sudah tidak teratur, tetapi masih sadar. Di ruang tersebut ada seorang suster dan temannya. Saya meminta kedua orang tersebut meninggalkan kami berdua, karena saya ingin berbicara dengan beliau. Setelah itu, saya mulai menginjili beliau dan mengabarkan kabar sukacita di dalam Kristus. Beliau adalah seorang yang sangat keras terhadap kekristenan. Namun, walaupun beliau keras terhadap kekristenan, satu hal yang membuat saya bahagia ialah bahwa beliau sangat senang terhadap saya. Beliau senang meminta pertolongan kepada saya, dan saya berusaha tidak pernah menolaknya, bahkan dengan senang hati saya berinisiatif untuk menolongnya, walaupun tanpa diminta terlebih dahulu.

Saat saya menginjili beliau, saya melihat suatu hal yang sangat menyentuh hati saya ketika seseorang hendak meninggalkan dunia yang fana ini menuju kepada suatu tempat yang tidak diketahuinya. Saya menginjili beliau dengan bahasa yang sangat sederhana, namun beliau cukup antusias untuk menerima Kristus di saat-saat terakhirnya. Ada secercah harapan dan sikap pasrah menanti ajal menjemputnya. Namun terlebih dari itu, ada juga suatu kekuatan baru untuk menanti datangnya maut, yaitu kekuatan dari sesuatu yang belum pernah secara langsung didengarnya selama hidupnya. Yang beliau ketahui adalah kekristenan adalah suatu agama yang menolak penyembahan kepada leluhur, tanpa pernah mendengar siapakah Kristus yang sesungguhnya.

Banyak orang yang membenci Kristus tanpa pernah mengetahui Siapakah Dia. Jikalau orang mengetahui siapakah Dia sesungguhnya, maka tak ada alasan yang cukup untuk membencinya. Kristus begitu baik. Tidak ada yang dapat menyamai kasih-Nya, yang sampai rela mengorbankan nyawa-Nya untuk meredakan murka Allah atas dosa. Kutukan, siksaan, aniaya ditimpakan kepada-Nya. Saya pernah beberapa kali melihat dan melayani beberapa orang yang akan meninggal. Suatu kengerian yang amat sangat, jikalau tanpa kepastian, kemana kita akan pergi dan kepada siapa kita akan kembali. Sebuah pertanyaan yang tidak pernah terjawab sepanjang sejarah. Jikalau ada jawaban, itupun tidak tegas terjawab, kecuali melalui seorang yang pernah datang ke dunia, pencipta dan pemilik alam semesta yang pernah datang menghampiri ciptaan-Nya.

Setelah berdoa, saya berpamitan pulang. Sebelum keluar dari rumah sakit, saya sempat menuju UGD dan bertanya ada kejadian apa di sini. Ternyata ada beberapa mahasiswa yang tertembak dan 6 orang di antaranya meninggal. Suara jerit dan tangis dari pihak keluarga sangat menyentuh hati, karena anak mereka mati dengan cara yang mengenaskan setelah berjuang menuntut reformasi. Pikiran saya mengatakan bahwa besok bisa terjadi suatu kejadian dahsyat yang belum pernah terjadi selama ini.

2. 13 Mei 1998
Tangan Tuhan yang menyertai pada awal kerusuhan
Tanggal 13 Mei, pk. 06.30, nenek meninggal dunia. Pk.09.00 saya tiba di rumah sakit dan langsung menuju kamar jenazah, tetapi saya tidak mendapatkannya, karena beliau sudah dipindahkan ke Rumah Duka Gedong Panjang, Pluit. Saya menuju ke rumah duka lewat Grogol. Saat itu belum terjadi apa-apa di Grogol. Tak berapa lama di Rumah Duka, saya pulang. Pada pk. 14.00, saya kembali ke rumah duka bersama ayah mertua saya untuk mengurus surat-surat dan lain-lain. Ketika menunggu di sana, saya mendengar bahwa pompa bensin di Grogol sudah dibakar dan massa sedang menuju arah Pluit. Saya berpikir itu hanya isu, tetapi berita itu semakin gencar. Pegawai rumah duka menyarankan agar saya menunggu di sana sampai keadaan aman. Tapi karena teringat anak dan istri saya di rumah, akhirnya pk 16.30 saya pulang dengan melewati Jalan Gedong Panjang (Tanah Pasir) menuju Jembatan Lima (rumah mertua saya). Ketika baru berjalan, tak jauh, saya melihat kemacetan yang luar biasa, dan saya melihat ada seorang yang memberi kode agar kendaraan berputar (jangan lewat jalan itu). Saya berpikir sebentar, lalu saya segera berbalik arah dan mengambil jalan kota (Stasiun Kota). Ada dua sepeda motor yang mengikuti kode tersebut. Jalan sangat sepi sampai akhirnya saya tiba dengan selamat di rumah.

Saya mendengar bahwa massa sudah membakar mobil-mobil di Jalan Jembatan Lima. Saya teringat akan orang yang memberi kode di lampu merah tadi (di bawah jalan tol). Apa yang akan terjadi bila saya tetap melewati jalan tersebut, yaitu Jembatan Lima? Dari situ saya melihat campur tangan Tuhan kepada saya. Terima kasih Tuhan atas belas kasihan dan anugerah-Mu!

3. 14 Mei 1998
Tuhan menyertai saat evakuasi korban kerusuhan.
Esok harinya (14 Mei) adalah rencana upacara penutupan peti jenazah di rumah duka pada pk. 19.00. Ternyata kerusuhan berlanjut mulai pagi sekitar pk.10, sehingga upacara dimajukan menjadi pk. 14.00. Tidak ada satu orang pun dari keluarga kami yang dapat keluar rumah akibat kerusuhan yang kian dahsyat itu.

Saya bersama keluarga istri saya berkumpul di rumah saudara di Jl. Kemurnian. Kerusuhan terus berlanjut sampai malam hari. Pk. 18.00, saya pulang ke rumah yang berjarak +2 km untuk berkumpul dengan anak dan istri saya. Tetapi pada pk. 19 saya mendapat kabar bahwa sepupu istri saya, yang tinggal di Pinangsia Dalam, terjebak dan tidak dapat keluar dari kompleks perumahannya. Mendengar hal itu saya ingin menolong, tetapi bagaimana dengan keselamatan saya sendiri? Namun saya tidak boleh bersikap egois, saya berdoa kepada Tuhan agar diberi kekuatan untuk dapat menolong sepupu istri saya. Setelah mempersiapkan peralatan berupa lampu senter, tali dll., saya menuju Pinangsia. Saya melihat ribuan orang tengah menjarah toko-toko (terutama barang elektronik) di Glodok. Mereka bolak-balik menuju Glodok dan mengambil barang-barang di sana dengan semangat tinggi tanpa peduli keadaan sekitar. Moral dan etika sudah tidak berlaku lagi, ketika banyak orang bersama-sama berbuat jahat. Mereka bahu-membahu dan dengan riang membawa hasil jarahannya.

Sesampainya di Glodok, saya kesulitan melewati tempat tersebut, sebab di sana sangat gelap dan penuh dengan asap. Saya mencoba menerobos, tetapi napas dan mata saya tidak kuat. Akhirnya saya menutup hidung dengan saputangan dan menarik napas dalam-dalam agar saya dapat menerobos asap ersebut. Berhasil! Terima kasih Tuhan! Rintangan pertama sudah dilalui, tetapi ketika sampai di Pinangsia Dalam, saya benar-benar tidak dapat menjangkau tempat tersebut. Ternyata rumah sepupu istri saya sudah terbakar. Saya berpikir bahwa mereka ada di dalamnya. Saya terus mencari dan mencari mereka. Sampai akhirnya saya memutar dan tiba di jalan Raya Hayam Wuruk. Saya berteriak-teriak memanggil mereka, tetapi tak ada sahutan. Saya mulai berputus asa. Satu persatu gedung di jalan itu saya perhatikan. Tak lama kemudian, ada seorang turis dari Afrika mengatakan bahwa ia sempat melihat sekumpulan orang di sebuah gedung berlantai 7 yang belum jadi.Ada sedikit harapan menemukan mereka. Saya bersama beberapa orang menjebol pintu gedung yang gelap gulita tersebut dan naik ke atas. Setibanya di atas, saya melihat banyak orang berkumpul dengan wajah sangat ketakutan; Ada orang tua yang memakai kursi roda, anak-anak, bayi dan lain-lain. Saya dapat melihat api di kiri dan kanan gedung menyala-nyala. Mereka takut dibunuh oleh massa yang liar dan sangat banyak. Kami mengevakuasi mereka satu-persatu, hingga semuanya selesai. Saya mendapati 2 orang sepupu istri saya dan pembantu di antara mereka. Mereka memanjat dengan susah payah dari gedung ke gedung menuju tempat yang lebih aman dan saling bahu-membahu menggotong para orang tua. Luar biasa! Dalam keadaan yang begitu sulit, masih ada kerjasama dan ‘kerelaan’ meninggalkan ego masing-masing. Saya mendengar suara tembakan dari beberapa tentara yang mulai tiba di jalan tersebut. Dengan pengawalan seorang tentara, saya membawa mereka yang berjumlah 50 orang lebih (ada beberapa yang sudah ditampung oleh saudara mereka). Saya bingung harus membawa mereka kemana, sebab ini adalah pengalaman pertama.

Saya pikir, sebaiknya mereka di bawa ke sebuah sekolah di kawasan Petak Sembilan untuk sementara, sampai tiba esok hari. Sekolah dengan inisial R itu adalah sebuah sekolah terkenal di kawasan tersebut. Kami menemui penjaga/pengurus gedung dan memberitahu maksud kami itu untuk tinggal sementara. Tetapi jawaban yang kami terima sungguh mengecewakan, karena mereka tidak bersedia menerima kami. Sebuah sekolah berlabel agama yang terkenal sosial, sungguh menyedihkan. Dengan sedih, kami melanjutkan perjalanan dengan tujuan yang tidak pasti. Setelah beberapa waktu ternyata ada sebuah rumah besar yang bersedia menampung kami. Tak lama kemudian datang seorang pastor menemui kami. Pastor itu ternyata dari sekolah yang menolak kami tadi, beliau minta maaf atas perlakuan pengurus/penjaga gedung dan menyatakan bersedia menampung. Kami berterima kasih atas kebaikannya dan mengatakan bahwa sudah ada seseorang yang sudah bersedia menampung kami.

Saya mendengar kabar dari pengurus rumah duka yang kami kenal baik, bahwa Rumah Duka Gedong Panjang telah dibakar massa. Di dalam sana ada 3 jenazah. Di antaranya adalah jenazah nenek istri saya. Satu jenazah di dalam peti dan dua jenazah masih di kamar jenazah. Ketiga jenazah tersebut dikeluarkan oleh massa. Massa mempermainkan jenazah itu, kemudian dibakar. Sampai akhirnya jenazah nenek istri saya ditinggalkan massa begitu saja. Setelah massa pergi, petugas rumah duka segera segera memindahkannya ke Rumah Duka Atmajaya.

Tiga hari tersebut merupakan sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Suatu sukacita, bagaimana saya dapat memberi kabar sukacita kepada orang yang belum percaya, bahwa kematian memang suatu hal yang mengerikan dan masih merupakan tanda tanya bagi yang masih hidup, tetapi Kristus yang telah turun ke dalam kerajaan maut telah memberikan jaminan keselamatan bagi siapa yang percaya kepada-Nya. Suatu sukacita juga karena saya diberikan pengalaman berharga, ketika saya diloloskan Tuhan dari maut dengan adanya ‘orang’ yang memberikan petunjuk untuk memutar arah. Saya percaya bahwa Tuhan turut campur dalam kehidupan kita pada saat-saat kritis dalam kehidupan. Kristus telah memberikan teladan tertinggi, ketika Dia hendak ditangkap di Taman Getsemani, dimana Yesus meminta tentara yang hendak menangkap-Nya untuk membebaskan murid-murid-Nya. Hari ketiga, adalah suatu hari yang sangat menentukan dalam hidup saya; apakah saya harus menjadi seorang yang egois, walaupun sudah ditebus dan menerima pengajaran-pengajaran dari Tuhan Yesus Kristus? Setiap ajaran dan perintah-Nya haruslah diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari, barulah ajaran-ajaran-Nya menjadi nyata dalam kehidupan kita. Tiada kemuliaan, tanpa penderitaan, tiada mahkota tanpa Salib. Tiada kebangkitan, tanpa kematian Kristus.
Demikian kesaksian ini. Saya turut prihatin atas kejadian yang menimpa saudara-saudara yang lebih menderita akibat amuk massa pada Mei ‘98.

SOLI DEO GLORIA

Amin Khouw

Sumber : pemudakristen.com

Minggu, 17 Juni 2012

AKU TIDAK TERCATAT DI BUKU KEMATIAN

Neraka yang sangat mengerikan "Aku tidak tercatat di buku kematian ".
(Ibu Margaretha Yohana Elizabeth)



Kelainan Panca Inderaku.

Aku dibesarkan ditengah-tengah keluarga Kristen yang biasa-biasa saja. Keluargaku memiliki kehidupan yang tidak spektakuler. Tidak pernah kudengar ditelingaku kata-kata mujizat ataupun sorga dan neraka.

Kehidupan agama yang dianut keluargaku tidak beda dengan penganut agama-agama yang lain, rasa-rasanya tidak ada "greget"nya. Tapi puji Tuhan sejak kecil Tuhan sudah membawaku kedalam perkara- perkara ajaib bahkan sekaligus peristiwa-peristiwa yang sangat menakutkan.

Sebagai seorang gadis yang menginjak remaja aku sudah dapat melihat malaikat-malaikat Tuhan bahkan aku dapat menyaksikan wujud dari kuasa-kuasa kegelapan,yang tidak jarang membuat mamiku marah besar, mungkin ia pikir aku bercanda tetapi bagi mataku yang tidak dapat dibohongi oleh siapapun aku melihat betapa banyak kuasa kegelapan dan malaikat-malaikat ada disekitar manusia yang hidup dimuka bumi ini.

Aku tidak perduli orang lain bilang aku punya panca indera keenam atau keberapa bergentayangan ingin mendekati manusia yang hidup. Pengalaman pertamaku waktu itu aku berumur enam belas tahun, waktu itu sore hari kira-kira jam enam aku menyaksikan seorang yang berdiri didekatku.

Kupikir ada maling atau orang jahat, tetapi setelah kulihat dan kuperhatikan dengan benar-benar maka orang tersebut tidak punya kepala tetapi aneh dilehernya ia menghisap rokok.

Kontan saja aku lari tunggang-langgang kucari mamiku dan aku berteriak ketakutan. Namun sejak penglihatan itu seringkali aku melihat penglihatan yang lain dan lama kelamaan aku tidak takut lagi. Untuk kisah yang menakutkan ini aku sengaja tidak menceritakan ditempat ini, aku ingin mengisahkan bagaimana Tuhan membawaku ke sorga dan memperlihatkan lorong-lorong neraka dan para penghuninya.

Penglihatan Supranatural

Sering kali Tuhan menampakkan diri kepadaku untuk membawaku ke Sorga atau keneraka. Aku tahu bahwa kehadiranNya bukan karena aku orang yang rohani atau lebih baik dari pada orang lain.

Sebab pengiringanku kegereja waktu itu tidak seaktif sekarang, bahkan waktu itu aku masih terikat dengan berbagai macam ikatan, aku seorang perokok berat bahkan terkadang aku minum-minuman keras. Namun Tuhan tidak menampakkan diri didalam bentuk aslinya agar membawaku kedalam pertobatan yang lebih serius lagi sebab mereka yang ada di neraka aku menyaksikan sangat menderita dan neraka tempatnya orang-orang berdosa sepertiku, tetapi puji Tuhan sekarang Tuhan sudah membebaskanku dari berbagai macam ikatan-ikatan tersebut.

Apa yang aku saksikan sungguh nyata, dan lebih nyata dari alam jasmani ini, sebab suasana dialam roh disebrang sana sangat terasa, bila indah setiap orang dapat menikmati keindahannya, bila menderita, mereka juga merasakan penderitaan yang amat sangat, Alkitab mengatakannya ada ratap tangis dan kertak gigi.

Peristiwa yang tidak dapat aku lupakan sampai saat ini adalah ketika aku berusia 16 tahun, pada waktu itu aku mengalami sakit usus buntu. Penyakit ini nampaknya ringan dan semua orang yang mengalaminya tidak menganggap penyakit yang membahayakan.

Namun berbeda dengan apa yang aku alami, penyakitku ini membawaku kemeja operasi di RS Elizabeth Medan dan setelah mengalami operasi aku dinyatakan mati oleh Dr Tan, sebab orang bilang aku tidak sadarkan diri dan tidak bernafas dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore.

Namun sebaliknya apa yang terjadi padaku sangat berbeda, rohku terangkat dan aku menyaksikan tubuhku tergeletak tak berdaya, aku terangkat naik bersama Tuhan Yesus Kristus.

Aku menyaksikan pemandangan yang sangat indah, rumput hijau terbentang luas dan rumput hijau itu memiliki ketebalan yang tidak pernah aku saksikan dimuka bumi. Pemandangan bunga dan air mancur yang begitu indahnya, terasa aku tidak akan ingin kembali kebumi ini, dan aku juga menyaksikan domba-domba yang memiliki bulu putih seperti salju dan sangat bagus.

Aku menyaksikan banyak orang yang berjubah putih tak terhitung jumlahnya mereka sedang memuji-muji Tuhan dengan pujian Gloris dan Haleluya dengan rupanya apa yang dilakukan anak-anak Tuhan, ketika memuji dan menyembah Tuhan di gereja tidak berbeda dengan apa yang terjadi dibalik sana.

Pada waktu itu Tuhan Yesus membawaku untuk bertemu Abraham, namun karena ketidak pengertianku maka aku tidak begitu tertarik kepadanya, hanya perkataannya yang aku ingat bahwa ia berkata: "Engkau lihat anakku, begitu indah ciptaan Bapa disurga." Tidak lama sesudah aku berjumpa dengan Abraham, Tuhan Yesus membawaku kembali kedunia tempat jazadku berbaring.

Pengalaman rohani yang pertama ini tidak membuatku lebih tenggelam kedalam pelayanan dan kasih Tuhan serta rajin kegereja, aku masih juga belum bertobat, kalau aku boleh memikirkannya saat ini betapa bodohnya aku dulu.

Namun Tuhan sangat mengasihi dan bersabar kepadaku, seringkali Ia hadir dalam kasihNya yang luar biasa, bahkan tidak jarang Ia memberitahukan kepadaku perkara-perkara yang akan terjadi.

Ia memberitahukan kepadaku siapa yang akan menjadi suamiku (Gabriel Herbert Pesik). Bahkan anak-anakku pun (Rosana Christine, Angela Loise, Federika Elizabeth, Jeanette Caroline, Catherine Agustine, Margaretha Cornelia.)

Lahir dengan selamat karena anugerah Tuhan.

Aku cukup puas dengan enam anak perempuanku. Rasanya aku sudah cukup memiliki enam tersebut tetapi Tuhan berkehendak lain. Ada banyak cara yang Allah bicara, Ia menuliskan didinding rumahku di ruang makan dijalan Melawai Raya (Sekarang kantor BDN) tahun 1970 dengan tulisan " Engkau akan mendapat anak laki-laki tahun depan".

Semula aku tidak peduli dengan tulisan itu karena memang aku termasuk orang yang tidak tertarik mendengar suara Tuhan. Baru sesudah ketiga kalinya tulisan didinding dengan tulisan yang sama maka aku baru percaya bahwa aku akan mendapat anak laki-laki.

Apa yang Tuhan sudah nyatakan tidak pernah meleset, benar tahun depan aku hamil dan mendapat seorang anak laki-laki dan aku menamakannya Hein Herman Musa. Nama Musa sengaja aku taruh sebab aku percaya bahwa anak ini berasal dari Tuhan.

Kesembuhan dari berbagai penyakit.

Iblis tidak senang atas kebanggaanku memiliki anak itu." Kata-kata ini ku ucapkan dengan suara lantang sekalipun dalam kelemahan, aku yakin bahwa darah Yesus diatas Golgota mengalir dalam tubuhku.

Saat ucapanku berhenti maka aku merasakan aliran panas berawal dari telapak kakiku keseluruh tubuhku, sehingga aku begitu merasakan kehangatan yang belum pernah aku alami. Aku sembuh, dengan iman aku sembuh, dan aku merasakan kesembuhan yang sempurna bukan dari transfusi dari darah suster tetapi transfusi darah Yesus yang mengalir.

Lagi-lagi aku diserang penyakit yang sangat menakutkan. "Kanker otak". Mendengarnya saja sudah membuat bulu kuduk berdiri, tetapi itu fakta yang kualami, aku dinyatakan sakit kanker oleh dokter Tobing, (RS Cikini)-(Antien: ini dokter Mangasa Tobing ya? - ) yang semula tidak pernah memberitahukan kepadaku. Aku mengalami sakit yang luar biasa dikepalaku, tidak boleh mendengar benturan apapun juga, tubuhku yang sudah kurus kering, dan lemah itu masih digerogoti dengan pandangan mata yang tidak menentu seakan-akan mata ingin copot dari tempatnya, terkadang aku tidak mampu menahan sakit kepalaku, dan seringkali membenturkannya ketembok berulang-ulang kali.

Ketika aku tidak tahan lagi dan kutanya dokter yang tidak mau memberitahu penyakitku. Aku memaksanya, karena dokter pikir aku akan takut kalau mendengar jenis penyakit yang kualami tetapi aku yakinkan bahwa sakit apapun juga aku terima.

Ketika dokter Tobing mengatakan aku sakit kanker otak, maka dengan iman kuangkat tanganku dan aku tidak pernah takut mati, sebab aku sudah menyaksikan surga yang begitu indahnya. Kuangkat tanganku dan aku berkata:" Tuhan cabut nyawaku, sekarang aku siap jika Engkau ingin mengambilnya.

"Aku tidak ingin terkapar dimeja operasi dan menyusahkan suami dan anak-anakku. Aku percaya Tuhan yang kupercayai memiliki kuasa yang tidak pernah berubah. Kuteriakkan kata-kata penyerahanku, tetapi Tuhan belum waktunya mengambil nyawaku, Ia bebaskanku. Hari itu juga aku muntah-muntah dan aku melihat apa yang kumuntahkan bukan makanan yang aku makan.

Aku tidak tahu apa jenisnya, tetapi aku lihat beraneka ragam dan beraneka warna, dan Puji Tuhan, Yesus Kristus menyembuhkanku secara total.

Beberapa hari kemudian aku datang kepada dokter yang memeriksaku dan setelah dilakukan scan ulang, dokter itu terperanjat dan berkata, bahwa tidak ada lagi daging dalam otak yang menjadi biang kerok "Kanker otakku". Haleluyah aku sembuh. Dokter inipun terheran-heran dan bertanya kemana perginya kanker tsb. Maka dengan spontan kujawab, tanyakan saja kepada Tuhan bahwa Ia yang sudah menyembuhkanku.

Aku menyaksikan neraka.

Iblis memang biang keladi dari semua penyakit dan kesusahan, belum puas ia mencercaku dengan berbagai macam penyakit, ia masih memberi bonus penyakit kanker pankreas, dan penyakit jantung.

Penyakit ini tidak membuat keluargaku termasuk suamiku percaya. Baru sesudah aku jatuh dan tidak sadarkan diri baru mereka percaya. Ketika aku terjatuh dan tidak sadarkan diri, kembali Tuhan membawaku bersamaNya. Wajah dan kepribadian Tuhan Yesus yang aku saksikan jauh berbeda dengan wajah siapapun dimuka bumi ini. Kusaksikan tanganNya yang berlobang paku, dan lambungnya yang tertusuk tombak, namun demikian luka itu tidak mengurangi keagungan pribadiNya yang luar biasa dan suaraNya yang lemah lembut menyapaku dan berkata: "Jangan berpaling dan bertobatlah, jika engkau berpaling dari padaKu, engkau akan seperti orang-orang itu." Sembari Ia menunjukkan tanganNya dan membawaku keneraka yang penuh manusia-manusia yang disiksa. Disana aku menyaksikan mertuaku laki-laki. Aku berkata kepada Tuhan:"Tuhan, itu mertuaku, mengenal aku.

Aku sudah berulang kali mengirimkan hamba-hambaKu namun ia tetap tidak percaya sampai akhir hayatnya, ia tidak mau bertobat. Dan tempat itulah yang layak baginya sampai selama-lamanya."

Aku dibawa berjalan-jalan ditengah-tengah neraka, aku menyaksikan lorong-lorong, sumur-sumur neraka yang gelap gulita, panasnya api neraka melelehkan tubuh mereka.

Aku mendengar mereka berteriak-teriak, Tuhan ampuni aku.....Tuhan ampuni aku....Tuhan ampuni aku.....ketika menyaksikan apa yang mereka perbuat, aku berkata kepada Tuhan...ampunilah mereka. Tuhan berkata tidak anakku, apa yang mereka perbuat didunia itu, itulah hukumannya.

Yesus berjalan tanpa menengok mereka, namun kulihat airmataNya mengalir. Jumlah orang-orang dineraka sangat banyak. Mataku menyaksikan betapa menderitanya mereka. Anak-anak remaja dan pemuda yang hidup dalam dosa, membunuh, memperkosa, perempuan-perempuan yang berzinah, para pelacur sangat disiksa dan mereka meraung-raung minta pengampunan.

Dosa-dosa mereka aku ketahui dari Yesus sendiri, bahwa Yesus tahu apa yang setiap orang perbuat. Kalau saudara sedang membaca tulisan ini, jangan sekali-kali berbuat dosa, sebab akibatnya sangat fatal yakni neraka yang kekal, dan kusaksikan sendiri dengan mataku dalam alam roh, penderitaan mereka sangat.....sangat sengsara sekali.....bertobatlah.

Aku tidak sedang menakut-nakuti, atau sedang berkhayal tentang neraka, sebab sampai saat ini tidak pernah satu kalipun buku tentang neraka aku baca, orang yang pernah menyaksikan neraka akan tahu betapa dasyat penderitaan disana.

Aku menyaksikan ada air dan membayangkannya lagi, merinding bulu romaku. Sebab air panas itu untuk para pemuda dan remaja, para pezinah yang berada dalam penjara-penjara disana.

Aku tidak menyangka bahwa yang ku saksikan bukan saja rakyat jelata, tetapi aku juga menyaksikan beberapa tokoh spiritual, dan para pejabat orang kaya yang pernah kukenal dibumi ini.

Rupa-rupanya doa-doa yang dinaikkan untuk orang mati itu tidak ada artinya sebab mereka yang ada di neraka adalah vonis terakhir dari Tuhan dan itu tidak dapat diganggu-gugat! Aku bertanya kepada Tuhan untuk orang-orang yang aku kenal, sebab aku mengenal mereka yang ada dibumi nampaknya bukan orang jahat bahkan orang baik, aku tanyakan itu kepada Tuhan:"Tuhan mengapa mereka ada disana??

Tuhan menjawab: anakKu memang mereka memberi orang miskin, mereka memberi bukan dari jerih lelahnya tetapi dari harta orang lain. Dengan hartanya mereka sanggup melakukan apa saja. Tetapi mereka berpaling dari padaKu, bahkan mereka pernah menyuruh membunuh orang lain demi kepentingannya sendiri, Aku tidak kenal mereka.

Enyahlah dari padaKu. Sementara ia berkata seperti itu maka di tutupnya pintu penjara bagi mereka yang berada dalam keadaan gelap gulita dan kertak gigi.

Saudara yang kekasih, aku ingin memberitahukan, jangan sekali-kali masuk neraka, penyesalan seumur hidup dan tidak pernah ada pengampunan.

Harta dan doa-doa manusia seluruh duniapun tidak akan sanggup mengangkat seseorang dari lobang neraka yang paling dalam. Dengan tangisan yang mendalam seorang yang ada di neraka menjumpaiku, dengan ratapannya, ia katakan supaya mereka tidak masuk ditempat ini.

Ku jawab: bahwa aku tidak memiliki kemampuan untuk itu,sebab kita berbeda tingkat sosial yang sangat jauh. Aku juga menyaksikan mertuaku laki-laki dengan wajah ketakutan dan telanjang, menanti giliran penyiksaan.

Sampai sekarang aku dibuat ngeri oleh pemandangan itu. Aku beritahukan ini kepada suami dan anak-anakku supaya tetap tinggal didalam Yesus, dan setia kepadaNya, jangan sekali-kali murtad. Sebab bila murtad tidak ada lagi pengampunan, seperti yang aku dengar langsung dari Tuhan sendiri. Jangan sekali-kali berbuat dosa agar tidak masuk dalam neraka yang kekal.

Itulah kisah yang membuatku mengasihi Tuhan lebih sungguh sungguh, masih banyak kesaksian yang Tuhan berikan, mungkin kesempatan lain aku dapat menceritakannya lagi.

Namun setelah Tuhan membawaku ke neraka, Ia dengan penuh kasih juga menuntunku kembali kebumi dimana aku menjumpai tubuhku yang sudah menjadi mayat beberapa jam, dan aku hidup kembali sebab pada waktu bersama Tuhan, Tuhan menunjukkan kepadaku dua buku yakni buku kehidupan dan buku kematian.

Ketika Tuhan ingin membawaku ke bumi aku menolaknya sebab aku sudah merasakan indahnya bersama Tuhan. Namun Tuhan menunjukkan kepadaku buku kematian dan disana tidak tertulis namaku, dan ketika Ia menunjukkan buku kehidupan maka Tuhan menunjukkan kepadaku sebuah nama disana dibuku kehidupan "MARGARETHA YOHANA ELIZABETH" Itulah namaku.

Aku bergirang penuh suka cita, aku tidak pernah mau kembali sebab namaku sudah ada dibuku kehidupan. Aku menyaksikan pintu sorga yang begitu indahnya.

Ketika aku ingin memegangnya Tuhan berkata: Jangan sentuh pintu itu anakKu sebab engkau belum waktunya. Apabila waktunya tiba Aku akan memberitahukan kepadamu, bulan sepuluh, tanggal sepuluh, jam sepuluh, tetapi Ia tidak pernah mau memberitahukan tahunnya!.

Pada waktu itu Ia memberiku sebuah tongkat namun tidak penuh, hanya separuh saja, Ia berkata selamatkan suami dan keluargamu. Sesudah perkataan Tuhan itu, Ia membawaku kembali kebumi dan aku kembali bangun dari jasad yang sudah kaku.

Ajaib Tuhan menyembuhkan penyakit itu tidak pernah datang kembali. Puji Tuhan aku sehat dan hidupku milikNya, segenap keluarga dan orang-orang yang kukasihi ada dalam kasihNya. Bila saudara tergolong orang yang belum percaya, jangan biarkan diri saudara masuk dalam neraka yang kekal. Cinta Tuhan Yesus Kristus yang sudah mati diatas kayu salib dan dapat dipastikan bila kita setia padaNya, maka kita mendapat Sorga yang memiliki keindahan yang tidak pernah tertandingi oleh gemerlapnya dunia ini.

Amin.

Dikutip dari Majalah Tiberias Edisi V/ Thn II