Senin, 15 Juni 2015

KENA SERANGAN BALIK


Kisah Maria Margaretha yang kena serangan balik setelah membakar banyak berhala mertuanya, semoga hal ini dapat menjadi pelajaran supaya kita tetap waspada menghadapi setan dan kuasa jahat.

Kapan hari di rumah ini kan banyak berhala-berhala milik mertuaku termasuk hiolo leluhur segala. Pas mertuaku sekarang sudah pindah ke Surabaya, jadi saya bakar habis tuh dewa-dewanya, hiolo leluhur diambil oleh cucunya yang lain. Padahal saya bersama gembala & team yang membakar itu, pas kebetulan juga kami lagi puasa yang kalau tidak salah menyambut paskah, jadi puasanya 40 hari, lalu saya kena serangan balik.

Seumur hidup baru saya merasakan berperang melawan roh-roh jahat yang saya tidak tahu kalau sedang kena serangan balik. Saya tidak bisa tidur selama kurang lebih 1 bulan, sampai jatuh sakit karena ngedrop (kondisi menurun) dan tidak selera makan. Pak gembala & team serta teman-teman komsel datang ke rumah mendoakan saya, terakhir saya sampai pingsan, lalu 2 hari kemudian baru saya bangkit, melawan dengan berdoa sendiri. Karena Roh Kudus mengharuskan saya sendiri yang berperang melawan roh jahat.

Setiap saya menutup mata pasti didatangi oleh banyak orang, tetapi orang-orangnya seperti mayat hidup (zombi), saya tidak kenal satupun dari mereka ini, mereka maju terus seperti mau menangkap, tapi mereka tidak bisa mendekat karena kuasa Roh Kudus yang membentengi saya.

Saya semakin lemah, malam itu saya merasa tidak kuat sama sekali, berjalan saja sampai dipapah oleh anak-anakku. Paginya saya bangun tidur, komitmen mau berdoa sendiri. Setelah saya mandi, saya duduk diatas ranjang, saya memuji, menyembah, berdoa dan Roh Kudus berbicara. Saya harus berperang melawan mereka, saya bertanya siapa yang selalu menghampiri saya ?, mengapa saya sakit begini ?, saya mau sembuh, semuanya dijawab oleh Roh Kudus.

Ini adalah salah satu yang pernah saya kalahkan, saya menjawab Roh Kudus bahwa saya tidak pernah berkelahi, bagaimana saya bisa mengalahkan semua orang-orang itu. Roh Kudus ingatkan saya, seperti saya melihat di tv, apa yang telah saya doakan sebelumnya, saya sempat tawar menawar, karena saya tidak bisa doa peperangan. Roh Kudus katakan saya pasti bisa ! Akhirnya saya berkata "ya Bapa saya mau, tuntun saya". Saya dipimpin mulai dari menaikkan puji-pujian, saya kepenuhan Roh, baru saya berperang.

Lagu pujian yang tidak pernah saya nyanyikan pun saya bisa, karena Roh Kudus yang membimbingnya, sampai selesai saya berperang, saya dibawa menaikkan pujian kemenangan. Akhirnya selesailah saya berdoa, baju saya basah kuyup dan rasanya saya langsung sehat, luar biasa merasakan sukacita dan saya kuat berjalan. Puji Tuhan, kedua mertua saya dan anak-anakku bertobat.

Tentunya kalian bertanya-tanya, kemana suamiku ? Waktu itu kami lagi kena masalah yang sangat pelik, suamiku dipenjara, anakku yg no 1 di banyuwangi, anak yang no 3 & 4 masih kuliah di surabaya, jadi saya hanya ber tiga saja, yaitu anak yang no 2 dan yang bungsu. Kejadiannya pada tahun 2012.

Saya bertobat tahun 2007, semakin banyak masalah suamiku tambah marah-marah, akhirnya sampai suamiku kena masalah itu. Sekarang suamiku sudah agak lunak, tidak terlalu extrem lagi. Sekarang suamiku tidak ke vihara atau ke klenteng, karena semua berhalanya sudah kubabat habis tak bersisa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar